Breaking News:

Berita Ngawi

Orangtua Terduga Teroris Mohon Maaf Kepada Presiden, Ini Harapannya

"Kepada Bapak Presiden Joko Widodo, mohon dimaafkan kesalahan anak saya, agar bisa melanjutkan kuliah akhirnya dan mengikuti wisudanya Maret 2017 mend

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Yoni
surya/doni prasetyo
GELEDAH - Penggeledahan di rumah terduga teroris Khafidz Fatoni (22) di Dusun Gebang RT 002/RW 006, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi oleh anggota Densus 88, mengundang perhatian warga sekitar, Minggu (11/12-2016) kemarin. 

 SURYA.co.id | NGAWI - Anak Polah Bopo Kepradah, peribahasa Jawa yang artinya kurang lebih, segala sesuatu yang dilakukan dari seorang anak, menyangkut kesalahan, orangtua selalu ikut menanggung akibatnya.

Begitu juga yang dirasakan pasangan Rifai dan Juhariah warga Dusun Gebang RT 002/RW 006, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, orangtua Kafidz Fatoni (22) terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88, Minggu (11/12-2016).

Orangtua Kafidz Fatoni, yang masih terlihat syok pasca penangkapan anak keduanya dari empat bersaudara itu, memohon ampunan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar anaknya yang saat ini masih kuliah semester akhir itu bisa diberi keringan hukuman, agar di bulan Maret 2017 mendatang bisa mengikuti wisuda.

"Kepada Bapak Presiden Joko Widodo, mohon dimaafkan kesalahan anak saya, agar bisa melanjutkan kuliah akhirnya dan mengikuti wisudanya Maret 2017 mendatang. Saya serahkan proses hukum anak saya kepada yang berwajib, tapi sekali lagi mohon keringanan, itu saja yang bisa saya katakan,"kata Rifai yang menemui wartawan dengan didampingi Ny Juhariah ibu Kafidz Fatoni, singkatnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Selasa (13/12-2016).

Rumah pasangan Rifai dan Ny Juhariah di Dusun Gebang RT002/ RW 006, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi sudah tidak terlihat lagi garis Polisi.

Pencopotan Police Line itu dilakukan Polisi, setelah rumah itu dinyatakan aman, Senin (12/12-2016) malam. Kecuali itu, pencopotan garis Polisi itu untuk memudahkan penghuni keluar masuk rumah.

Sejumlah tetangga, kerabat dan teman kantor Rifai, sudah banyak yang berdatangan kerumahnya untuk memberikan dorongan semangat.

Kini kedua orangtua terduga teroris Kafidz Fatoni sudah mulai aktifitas seperti biasa. Beberapa tempat usahanya juga sudah mulai buka seperti biasa.

Namunn hingga kini kedua orangtua Kafidz Fatoni, belum bisa menghubungi anaknya untuk berkomunikasi, meski hanya lewat telepon. Mereka, hanya mendapat kabar dari Kepolisian.

Hal itu dibenarkan Wakapolres Ngawi Kompol Suhono, sampai saat ini masih terus melakukan koordinasi dengan Densus 88, termasuk pelepasan garis polisi yang dipasang dirumah orangtua terduga teroris Kafidz Fatoni dan kondisi anak Rifai itu.

"Meski kedua orangtua Kafidz belum bisa berhubungan dan komunikasi, tapi kami terus memberikan kabar kalau anaknya dalam kondisi baik, dan kooperatif,"kata Kompol Suhono kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved