Berita Mojokerto

DAK Belum Cair, 31 Proyek Aspal Jalan Senilai Rp 47 Miliar Masuk Masa Kritis

"Ini juga mengancam proyek DAK yang lain seperti di Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU)," tuturnya kepakepada Surya (

Penulis: Sudharma Adi | Editor: Yoni
antara/lucky r
Ilustrasi pekerja mengaspal jalan raya 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Keberadaan 31 paket proyek aspal jalan, senilai Rp 47 miliar sudah masuk fase kritis dan terancam gagal dilaksanakan.

Itu tak lepas dari ketiadaan dana proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat yang hingga akhir pekan lalu belun dikucurkan ke Pemkot Mojokerto.

Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto, Aris Satriyo Budi menjelaskan, proyek itu terancam tak bisa dilaksanakan karena anggaran dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tak kunjung turun.

Padahal, sisa anggaran tahun berjalan tinggal 21 hari lagi.

"Ini juga mengancam proyek DAK yang lain seperti di Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU)," tuturnya kepakepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Selasa (13/12/2016).

Dijelaskan, dewan sebenarnya telah mencoba mengonsultasikan masalah keterlambatan pencairan ini ke Menkeu pekan lalu.

"Kami sudah konsultasi ke Kemenkeu soal ini. Mereka menjanjikan percepatan transfer," tuturnya.

Meski berjanji akan mempercepat pencairan, namun Kemenkeu tak memberi kepastian kapan dana tersebut turun.

"Ini gawat karena sampai saat ini belum nampak pencairan," tuturnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Dia juga mengonfirmasi perihal keberadaan dana itu di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Mojokerto.

Namun, Kepala DPPKA Agung Mulyono mengurai jika dana itu belum nampak. Melalui telpon, Agung mengaku masih ada sisa waktu tiga hari ke depan untuk pengerjaan aspal dengan estimasi dana itu cair tanggal 15 Desember ini.

"Hitung-hitungan waktu, kalau cair maksimal 15 Desember pekerjaan masih bisa dikerjakan. Tapi lebih dari itu sudah tak mungkin," kata Aries menirukan penuturan Agung Mulyono.

Terkait hal ini, sebelumnya Kepala Dinas PU Wiwiet Febriyanto membenarkan mandegnya proses pelaksanaan proyek DAK.

"Kami sudah proses lelang, dan sebagian sudah ada pemenang. Tapi kami tak melanjutkannya ke tahap penandatangan SPK (Surat Perintah Kerja) karena dana nggak ada," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved