Berita Surabaya

Begini Cara SDN Ketabang Kawasan Surabaya Melestarikan Budaya dan Bahasa Jawa

LESTARIKAN BAHASA JAWA. da yang unik dari lomba dongeng yang diadakan di SD Ketababg Kawasan ini, Selasa (13/12/2016).

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Musahadah
surya/sulvi sofiana
Siswa SDN Ketabang Kawasan saat mendongeng bahasa jawa di halaman sekolah, Selasa(13/12/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ada yang unik dari lomba dongeng yang diadakan di SD Ketabang Kawasan ini, Selasa (13/12/2016).

Para siswa membawakan dongeng menggunakan Bahasa Jawa.

Ghea Oryza, siswa kelas 5 yang mengikuti lomba terlihat lihai mengeja setiap kata dari dongeng “Keong Nemokake Omahe”.

“Saya belajar bahasa Jawa sejak TK, tiap hari juga pakai bahasa Jawa. Jadi nggak sulit ngucapin logatnya,”ujarnya pada SURYA.co.id.

Kemampuan Ghea membawakan dongeng bahasa Jawa membuatnya merebut juara dalam ajang yang digelar di sekolahnya tersebut.

Suparno, Kepala SDN Ketabang Kawasan mengungkapkan upaya menggelar kegiatan dengan melibatkan Bahasa Jawa merupakan upaya melestarikan budaya.

Menurutnya, jika dipelajari, bahasa Jawa memiliki beragam kosakata yang mewakili berbagai tindakan dalam kehidupan.

“Supaya nggak punah, karena banyak kosakata untuk satu benda. Lebih banyak dibandingkan Bahasa Inggris,”ungkapnya.

Ia mencontohkan dalam bahasa Inggris, Rice bisa berarti beras atau nasi.

Sementara dalam bahasa Jawa bisa disebut Pari jika masih berupa tanaman, kemudian gabah saat sudah dipanen tapi belum digiling, Uwos untuk istilah beras (ngoko), sego untuk nasi. Beras nggak utuh juga memiliki sebutan tersendiri, namanya menir.

“Anak-anak juga akan belajar Widyaswara, yaitu Ilmu yang mempelajari tentang suara. Misalkan Bawa dibaca bowo. Untuk I suara miring atau suara jejeg kemudian A suara jejeg atau suara miring. memiliki perbedaan makna,”lanjutnya.

Ia menambahkan bahasa jawa juga mengajarkan sopan santun atau unggah ungguh dengan adanya strata bahasa yang digunakan dengan orang sebaya atau lebih tua.

“Muatan lokal wajib di sekolah kami ada dua, Bahasa Jawa dan Bahasa Madura. Tiap minggunya diajarkan selama 2 jam,”pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved