Berita Bandung

Waspadalah, Teroris Bahrun Naim Sudah Bangun Jaringan di Beberapa Kota

TERORIS Bahrun Naim yang kini buron, telah membangun jaringan di beberapa kota. Jaringan ini dibentuk melalui media sosial. Waspadalah.

Waspadalah, Teroris Bahrun Naim Sudah Bangun Jaringan di Beberapa Kota
Google via www.smh.com.au
Bahrun Naim 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

SURYA.co.id | BANDUNG - Penangkapan tiga terduga pelaku teror yang diringkus Densus 88 Mabes Polri di Bintara, Bekasi, hanya sekian dari jaringan Bahrun Naim.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar, mengatakan Bahrum Naim yang masih buron berhasil membangun sejumlah jaringan pelaku teror di sejumlah kota di Indonesia.

“Jaringan sel-sel ini memiliki hubungan langsung dengan Bahrum Naim. Sel ini terbangun di beberapa kota. Mereka aksi di Jakarta, bekasi hanya transit sebelum ke daerah utama (serangan),” ungkap Boy di Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Senin, (12/12/2016).

Jaringan Bahrun Naim yang sudah terungkap adalah pelaku teror bom bunuh diri di Polresta Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Sementara pelaku teroris yang tertangkap di Bintara, Bekasi, beberapa hari lalu adalah pimpinan kelompok Solikhin. Mereka menargetkan pos penjagaan Istana Merdeka.

“Untuk kelompok ini, yang baru terungkap, mereka ingin melakukan aksi bunuh diri oleh D yang informasinya menyerang petugas penjaga istana yang rutin melakukan penggantian jaga. Alhamdulillah berhasil kami gagalkan,” imbuh Boy.

Polri menduga kelompok Bekasi tak hanya menyasar Istana Merdeka. Seperti halnya terduga teroris yang ditangkap di Kabupaten Majalengka beberapa waktu lalu.

“Yang ditangkap di Majalengka itu sasarannya kantor polisi, Kedutaan Myanmar, kantor media, nah kalau kelompok ini memang baru satu terungkap, jadi masih kami telurusuri,” imbuh Boy.

Dikatakan Boy, total teroris kelompok Solikhin menjadi tujuh orang. Seorang pria berinisial KF ditangkap di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Semuanya sudah di Jakarta untuk diperiksa.

Ditanya terkait dengan pelemparan bom molotov di Samarinda, Boy mengatakan, tidak ada kaitannya. Sebab kelompok teror di Samarinda itu targetnya rumah ibadah.

“Mereka ini memang teroganisir, tapi istilahnya bawah tanah, jadi bukan ada pengangkatan dan ada surat
resminya, tapi kelompok ini berbaiat melalui komunikasi jarak jauh, melalui medsos,” beber dia.

Editor: Eben Haezer Panca
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved