Breaking News:

Penangkapan Terduga Teroris

Polda Jatim Intensifkan Patroli Rutin usai Penangkapan Terduga Teroris di Ngawi

PERANG LAWAN TEROR. Sebelumnya terjadi barang bukti yang dibawa meledak. Sekalian diledakkan di lokasi aman agar tidak ada risiko.

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Yuli
surya/doni prasetyo
ARSIP - Penggeledahan di rumah terduga teroris Khafidz Fatoni (22) di Dusun Gebang RT 002/RW 006, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi oleh anggota Densus 88, mengundang perhatian warga sekitar, Minggu (11/12-2016) kemarin. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Usai penangkapan teroris Hafidz Fatoni di Ngawi, Polda Jatim kian intens mengamankan wilayahnya untuk menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, menjelaskan pengamanan Natal dan Tahun Baru di Jatim menggunakan sistim terbuka dan tertutup. Polisi berseragam tetap ditempatkan di jalan raya dan objek vital.

Sementara pengamanan tertutup dilaksanakan Satreskrim dan Intelkam secara mobile.

"Lebih penting lagi, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap orang yang mencurigakan," tutur Kombes Barung, Senin (13/12/2016).

Mantan Kabid Humas Polda Sulsel, menjelaskan untuk pengamanan gereja di Jatim, polisi tetap mengenakan seragam dinas.

Namun berapa jumlah polisi yang ada di masing-masing gereja nanti, jumlahnya diakui tentative.

"Yang jelas polisi siap mengamankan jalannya ibadah dan menggiatkan patroli di jalan atau permukiman" jelasnya.

Sementara itu, Polda Jatim juga membackup Densus 88 saat mengamankan teroris Hafidz Fatoni, di Ngawi.

Polda Jatim menurunkan Tim Labfor untuk mendeteksi bahan berbahaya yang bisa meledak ada di rumah tersangka.

"Barang-barang berbahaya yang diamankan dari rumah tersangka sudah diledakkan di Detasemen C Polres Ngawi," ujar Kombes Barung.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved