Berita Gresik
Para Kader Baru Social Emergency Response Nahdlatul Ulama Harus Tangggap Bencana
Social Emergency Response Nahdlatul Ulama (SER-NU) baian dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU).
Penulis: Sugiyono | Editor: Yuli
SURYA.co.id | GRESIK - Para anggota baru Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) dilatih pengetahuan dasar tentang penanggulangan bencana.
Mereka tergabung dalam Social Emergency Response Nahdlatul Ulama (SER-NU).
Kegiatan ini dilaksankan karena Gresik merupakan salah satu daerah rawan bencana.
Materi dasar pelatihan dasar penanggulangan bencana ini disampaikan Abu Hassan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik.
Abu Hassan menjaskan Gresik termasuk salah satu daerah yang berpotensi terkena bencana di antara 135 kabupaten kota se-Indonesia. Baik bencana alam berupa banjir, kekeringan dan bencana akibat industri.
"Kabupaten Gresik ini daerah hilir dari beberapa sungai. Seperti sungai Bengawan Solo, sungai Kali Lamong, sungai Surabaya dan sungai Afur. Jadi mau tidak mau, kalau daerah hulu hujan deras maka siap-siap ada banjir. Jadi, saya sering mendapat kabar dari teman di Bojonegoro dan Mojokerto, jika daerahnya sedang banjir, sehingga tim saya tinggal siaga beberapa jam berikutnya," kata Abu Hassan, yang kelahiran daerah banjir yaitu Kecamatan Bungah, Senin (12/12/2016).
Setelah musim banjir selesai, beberapa Kecamatan di Kabupaten Gresik juga mengalami bencana alam kekeringan.
Di antranya, Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, Menganti dan Cerme.
"Kami sudah menemukan beberapa solusi untuk mengatasi kekeringan di Kecamatan tersebut, diantaranya menggunakan sistem geomembran yaitu waduk dikeruk kemudian di dasarnya diberi terpal sehingga jika musim hujan airnya dapat ditampung dan tidak habis terserap tanah. Dan geolistrik yaitu alat untuk mengetahui sumber air. Tapi tidak semua kecamatan dilakukan, karena terkendala di lapangan," imbuhnya.
Ancaman bencana lainnya yaitu bencana dari industri. Di Gresik tercatat sedikitnya ada 1.300 industri sSehingga tidak menutup kemungkinan bisa terjadi bencana gas bocor dan bencana lain yang ditimbulkan dari industri.
"Bencana tersebut tidak mungkin dapat diatasi sendiri oleh Pemerintah daerah sehingga peranan SER NU ini bisa bersama-sama mencegah terjadinya bencana dan mendidik masyarakat agar bisa mandiri ketika ada bencana. Terlebih-lebih ketika masyarakat terkena musibah, bisa memberikan pertolongan yang cepat dan tidak salah sasaran," katanya.
Sementara Abdul Basith, ketua Pengurus Cabang LPBI SER NU Gresik mengatakan, kegiatan pelatihan dasar kepada anggota baru ini untuk meningkatkan pengabdian kepada masyarakat agar bisa meringankan masyarakat yang terkena korban bencana dengan tepat dan tidak salah sasaran.
"Pembekalan dasar pengetahuan tentang tanggap darurat bencana alam ini untuk melatih anggota baru agar dalam memberikan bantuan kepada masyarakat tidak salah sasaran dan cepat, tanggap dan tepat," kata Abdul Basith.
Sedangkan Ketua PCNU Gresik, KH Khusnan Ali, mengatakan bahwa pentingnya tim tanggap darurat bencana ini.
"Bencana itu tidak diketahui datangnya dan tidak diinginkan kedatangannya tapi jika ada bencana tim ini sangat penting sehingga perlu terus dilakukan pengkaderannya. Memberi pelayanan masyarakat itu lebih diutamakan sehingga bisa meringankan beban masyarakat," kata KH Khusnan Ali dalam pembekalannya.