Breaking News:

Berita Ngawi

Densus 88 Geledah Rumah Orangtua Terduga Teroris di Ngawi, ternyata Temukan Barang Bukti ini

KHAFIDZ FATONI, mahasiswa semester 8 jurusan Perbankan STAIN Solo ini, saat ditangkap sedang mengendarai motor dengan Nopol AE 5863 LO.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Parmin
surya/doni prasetyo
GELEDAH - Penggeledahan di rumah terduga teroris Khafidz Fatoni (22) di Dusun Gebang RT 002/RW 006, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi oleh anggota Densus 88, mengundang perhatian warga sekitar, Minggu (11/12-2016) kemarin. 

SURYA.co.id | NGAWI - Khafidz Fatoni (22) warga Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi ditangkap anggota Detasemen Khusus (Densus) 88, ketika akan keluar dari perbatasan Jalan Desa Walikukun, Kecamatan, Minggu (11/12-2016) sekitar pukul 05.30 WIB.

Khafidz Fatoni, mahasiswa semester 8 jurusan Perbankan STAIN Solo ini, saat ditangkap sedang mengendarai motor dengan nomor polisi (Nopol) AE 5863 LO itu merupakan pengembangan dari tertangkapnya empat terduga teroris di kawasan Bekasi, Jakarta dan Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (10/12-2016) sebelumnya.

Khafidz Fatoni, anak kedua dari empat bersaudara, pasangan Rifai (45) seorang Kepala SDN 01 Gendingan, Kecamatan Widodaren, Ngawi dan Ny Juhariah ini, setelah ditangkap pasukan Densus 88, langsung diterbangkan ke Jakarta untuk dikonfrontir dengan terduga teroris lain, Minggu (11/12-2016) sekitat pukul 07.00 WIB.

Pasukan Densus 88, bersama Satuan Tim Gegana Brimob Madiun melakukan penggeledahan dirumah orangtua Khafidz Fatoni di Dusun Gebang RT 002/ RW 006, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.

Penggeledahan anggota Densus 88 dan Tim Sat Gegana Brimob Madiun, sambil menunggu Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim yang datang, Minggu (11/12-2016) sore ini.

Terduga teroris Khafidz Fatoni ini konon punya keahlian merakit bom dan anggota jaringan Bahrun Naim, Solo.

Tertangkapnya empat terduga teroris di Bekasi, Polisi akhirnya memburu dua orang anggota jaringan yang akan meledakkan bom pada malam tahun baru mendatang. Salah satu dari dua orang buruan Polisi itu Khafidz Fatoni.

Wakil Kepala Polisi Resor Ngawi Kompol Suhono yang dikonfirmasi belum banyak bisa memberikan keterangan dari hasil penggeledahan dirumah orangtua terduga teroris itu.

Namun, Kompol Suhono membenarkan, anggota Densus 88 dan Sat Jihandak Brimob Madiun menemukan bahan-bahan untuk membuat bom, yang akan diledakkan pada malam tahun baru mendatang.

Bahan-bahan kimiawi yang ditemukan dalam penggeledahan anggota Densus 88 dan Sat Jihandak Btimob di rumah orangtua Khafidz Fatoni itu bisa digunakan untuk membuat bom dengan high explosive (daya ledak kuat).

Bahan-bahan bom yang diduga kimiawi ini, rencananya akan dimusnahkan di markas komamdo (Mako) Brimob Kompi 2C di Jalan Setia Budi, Kota Madiun, Senin (12/12-2016) sekitar pukul 09.00, hari ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved