Kamis, 14 Mei 2026

Internet

Dari Membuat Berita Palsu Seputar Pemilihan Umum, Remaja Ini Dapat Duit 800 Juta

SEORANG remaja berhasil mengumpulkan uang lebih dari 800 juta hanya dalam waktu 6 bulan.Caranya, dia membuat berita palsu seputar pemilu, lalu disebar

Tayang:
Shutterstock
ilustrasi hoax 

 SURYA.co.id | MAKEDONIA - Seorang remaja di Makedonia membuat pengakuan yang mencengangkan.

Remaja 17 tahun itu mengklaim telah menghasilkan uang senilai 60 ribu Dolar AS atau setara lebih dari Rp 800 juta dari membuat berita-berita palsu alias berita hoax seputar pemilihan presiden Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Uang sebanyak itu, dihimpunnya dari iklan di media online yang dia buat untuk menyebarkan berita-berita palsu tersebut.

Dikutip dari NBC News, remaja ini sebenarnya hanyalah satu dari 300 orang yang tinggal di kota kecil Veles, Makedonia, yang mencari keuntungan dari produksi berita-berita palsu selama pelaksanaan Pemilihan Presiden AS.

Informasi itu sendiri muncul setelah terungkap bahwa hampir 100 situs bermuatan politik yang dioperasikan dari Veles, sebagian besar dijiplak dan direkayasa dari situs-situs politik sayap kanan di Amerika Serikat.

"Dalam membuat berita-berita palsu, yang kamu perlu lakukan adalah hanya mengamati apa yang orang suka, lalu memberikan mereka informasi-informasi yang sesuai dengan kesukaan mereka itu," kata remaja dengan nama samaran Dimitri tersebut.

Dalam artikel-artikel yang dia unggah, Dimitri lebih banyak membuat informasi-informasi yang menyerang Hillary Clinton.

"Aku banyak menulis mengenai rumor seputar email-email Hillary yang terkait dengan tragedi Benghazi dan penyakit-penyakit yang kemungkinan dia idap. Ketika informasi ini saya sebarkan, para pendukung Trump langsung menyebarkannya dengan cepat," sambungnya.

Saat ditanya apakah tidak merasa bersalah dengan aktivitasnya tersebut, Dimitri dengan tegas menyatakan tidak.

Menurutnya, dia tidak memaksa orang untuk memberi uang.

"Orang-orang menjual rokok, menjual alkohol. Kalau itu tidak disebut ilegal, lalu mengapa yang saya lakukan ini dianggap ilegal? Padahal kalau menjual rokok, hal itu akan membuat orang lain mati. Sementara yang aku lakukan tidak," pungkasnya.

Produksi-produksi berita palsu sendiri memang telah menjadi semacam tambang emas dalam dunia internet.

Para pelakunya tidak peduli apakah informasi yang mereka buat dan sebarkan, dapat mengundang komentar-komentar penuh kebencian yang juga berdampak pada hubungan masyarakat di dunia nyata.

Hal yang sama juga terjadi di Indonesia, khususnya ketika momen Pilkada DKI Jakarta menjadi wacana yang umum dibicarakan masyarakat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved