Berita Ekonomi Bisnis

Gandeng Investor Singapura, Alim Markus Bangun Maspion City , Mau Tahu Nilai Investasinya?

LOKASINYA dipilih, lahan seluas 5,7 hektare di Jalan Ahmad Yani Surabaya, yang saat ini telah berdiri Maspion Square.

Gandeng Investor Singapura, Alim Markus Bangun Maspion City , Mau Tahu Nilai Investasinya?
surya/m taufik
Bos Maspion Grup Alim Markus saat di gedung Kejati Jatim, Jumat (31/7/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Maspion Group akan membangun Maspion City, sebuah kota baru di Surabaya.

Kota baru tersebut akan dibangun dengan nilai investasi mencapai antara Rp 15 - 20 triliun.

Lokasi yang dipilih, lahan seluas 5,7 hektare di Jalan Ahmad Yani Surabaya, yang saat ini telah berdiri Maspion Square yang di dalamnya terdapat pusat perbelanjaan Giant hypermarket dan sejumlah tenant lainnya.

"Pembangunan Maspion City rencananya akan kita mulai tahun 2018," ujar Presiden Direktur Maspion Group Alim Markus, Jumat (8/12/2016), usai peresmian Pusat Otomotif Terpadu (POT) di Maspion Square Surabaya.

Menurut Alim, untuk membangun Maspion City, pihaknya akan menggandeng investor dari Singapura untuk mendukung pembiayaan. Desain bangunan juga dibuat oleh tim di Negeri Singa.

Sebagai gambaran awal, di kompleks Maspion City nanti akan dibangun dengan konsep superblock.

Didalamnya terdapat hunian vertikal berupa apartemen, hotel bintang tiga, mall, small office home office (SOHO), conventional center, pusat bisnis teknologi dan informasi, entertainment, lokasi outdoor, dan sejumlah fasilitas lain sebagai ciri khas sebuah kota.

"Pembangunan Maspion City akan dilakukan bertahap. Dimulai, pembangunan mall dan hotel. Baru lainnya," jelasnya.

Meski demikian, keberadaan POT di Maspion Square sebagai tempat modifikasi, variasi, dan aksesoris mobil yang didalamnya terdapat 150 tenant juga merupakan langkah awal Maspion untuk mengembangkan Maspion City.

Dengan lokasi yang dinilai sangat strategis, jalan utama orang masuk dan keluar Surabaya, Alim optimis POT bisa menarik pengunjung dagang ke Maspion Square.

Maspion Group memiliki 36 perusahaan dan 52 divisi yang bergerak di berbagai sektor. Mulai kawasan industri, pusat perbelanjaan, elektronik dan peralatan masak, alumunium dan baja, pelabuhan, hingga properti. Tahun ini, bisnis Maspion Group tumbuh sebesar 5 persen.

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved