Berita Ekonomi Bisnis

Dua Proyek Baru Dongkrak Pendapatan Intiland Semester II Tahun ini

SINARTO DHARMAWAN, Wakil President Direktur dan Chief Operation Officer Intiland, menyebut sambutan pasar terhadap dua produk itu cukup tinggi.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
surya/sugiharto
Dirut PT Intiland Grande, Sinarto Dharmawan (kanan) bersama Marketing Director, Harto Laksono berdialog mengamati proses pembangunan Praxis, Kamis (8/12/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Peningkatan penjualan properti di semester II tahun 2016 ini mampu meningkatkan kinerja pengembang properti PT Intiland Development Tbk di Surabaya.

Dua produk baru, yaitu The Rosebay di kawasan Graha Famili dan Edenia, pengembangan tahap II dari Graha Natura, berhasil menjadi pendorong peningkatan kinerja.

Sinarto Dharmawan, Wakil President Direktur dan Chief Operation Officer Intiland, menyebut sambutan pasar terhadap dua produk itu cukup tinggi.

"Dengan total pencapaian nilai pendapatan penjualan atau marketing sales sebesar Rp 527 miliar sampai akhir September 2016 lalu," jelas Sinarto saat gathering, Kamis (8/12/2016).

Nilai itu setara dengan 37,4 persen dari total marketing sales perseroan pada periode tersebut yang secara total mencapai Rp 1,4 triliun.

Capaian itu, sudah mencapai lebih dari 80 persen dari total target.

Lebih lanjut, Sinarto mengatakan, dengan kondisi perekonomian seperti saat ini capaian penjualan 80 persen sudah cukup baik. Namun begitu, masih ada kesempatan akhir tahun untuk mengejar target penjualan.

“Untuk akhir tahun biasanya kami membuat acara, lalu mengundang konsumen untuk menawarkan proyek, lalu pasang iklan billboard, berharap masih ada perkembangan penjualan,” tambah Sinarto.

Salah satu yang disiapkan adalah topping off The Rosebay.

Merupakan properti apartemen dengan jumlah lantai yang tidak terlalu tinggi atau sekitar lima lantai di kawasan Graha Family.

Harto Laksono, Marketing Direktor PT Intiland Grande menambahkan, The Rosebay merupakan apartemen dengan jumlah unit terbatas. Sekitar 229 unit.

"Setiap unitnya memiliki kekhasan yang berbeda-beda, sesuai dengan pemandangan yang ada di komplek graha Family. Luasannya mulai 73 meter persegi hingga 143 meter persegi dengan harga rata-rata Rp 31,2 juta per meter peesegi," jelas Harto.

Sejak diluncurkan awal tahun 2016 lalu, sudah lebih dari 50 persen yang laku. Dengan memberi kontribusi sebesar Rp 227 miliar per akhir triwulan III tahun 2016.

Harto menambahkan tahun depan bisnis properti terlihat masih cukup bagus apalagi di Kota Surabaya karena selama ini pasar properti di Surabaya juga tergantung dari pasar Indonesia Timur.

Sejumlah komoditas seperti batu bara harganya juga mulai naik sehingga mempengaruhi penjualan properti.

“Bisnis properti juga tergantung makro ekonomi, tapi kami optimistis dengan produk yang kami buat,” imbuhnya.

Berdasarkan laporan keuangan Intiland, penjualan atau revenue hingga kuartal III/2016 mencapai Rp1,65 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu yakni Rp1,57 triliun.

Kontribusi penjualan properti Intiland dari proyek landed house tersebut mulai menurun sedangkan proyek high rise building mulai meningkat untuk di Kota Surabaya.

Adapun sejumlah proyek high rise Intiland yakni seperti apartemen Sumatera 36, apartemen Praxis, serta Rosebay. Sedangkan landed house seperti Graha Natura dan Graha Family.

Untuk graha natura tahap II sejak diluncurkan awal tahun 2016 lalu, dari 200 unit rumah tipe dua lantai dengan luasan mulai dari 90 meter persegi hingga 144 meter persegi, mampu memberikan kontribusi
marketing sales per triwuan tahun ini Rp 300 miliar.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved