Berita Nasional

VIDEO - Kapolri Ungkap Alasan Penangkapan 8 Tokoh saat Subuh Hari Sebelum Aksi 212

KAPOLRI Tito Karnavian mengakui penangkapan 10 tokoh yang dilakukan subuh hari menjelang aksi 212 adalah settingan. Ini tujuannya.

SURYA.co.id | JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertemu dengan Komisi Hukum DPR untuk membahas kasus penistaan agama dan isu keamanan terkini, Senin (5/12/2016).

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri mengungkapkan alasan penangkapan terhadap 10 tokoh dilakukan subuh hari menjelang berlangsungnya aksi Super Damai 2 Desember di Silang Monas, Jakarta.

Dari 10 tokoh tersebut, delapan di antaranya diduga berencana makar, sementara dua orang lainnya disangkakan dengan dugaan pelanggaran UU ITE.

Menurut Tito, penangkapan terhadap para tokoh tersebut sengaja dilakukan pagi hari untuk menghindari opini-opini yang salah.

"Agar kegiatan (aksi super damai 212) tidak di hijack, paginya kami melakukan kegiatan penangkapan. Kenapa tidak kami lakukan sehari atau tiga hari sebelumnya, karena kami khawatir akan dipelintir dan keluar di Medsos. Sementara bapak-bapak tahu betul kekuatan dan sadisnya media sosial," ujar Tito.

"Kalau ditangkap sehari atau dua hari, kami khawatir akan dibalik seolah-olah penangkapan itu dalam rangka penggembosan terhadap masyarakat yang akan melakukan aksi bela Islam. Itu bahaya sekali," sambungnya.

Tito menambahkan, penangkapan pada subuh hari itu sudah disetting sedemikian rupa agar tidak ada waktu lagi untuk menggerakkan massa besar yang akan datang.

Sebab, Polri yakin ada kelompok yang ingin mengkooptasi GNPF (Gerakan Nasional Pembela Fatwa) MUI dengan menggerakkan kelompok pemuda yang nantinya akan menggiring peserta aksi dari Monas menuju Gedung DPR.

"Berdasarkan itu, kami juga waktu itu menyiapkan kekuatan 6.000 personil di DPR. Mereka mengelilingi kawasan gedung DPR. Kami tidak ingin kecolongan," tuturnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved