Berita Sumenep Madura

Pembangunan Dermaga Gili Labek Dilanjutkan, Warga Ngotot Tolak Pembangunan

"Karena ternyata setelah kita cek, tidak ada kawasan pembangunan dermaga tambat labuh kapal dan perahu yang merusak terumbu karang, serta jauh dari ka

Pembangunan Dermaga Gili Labek Dilanjutkan, Warga Ngotot Tolak Pembangunan
surya/Mohammad Rifai
Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma dan Ketua Komisi III, Dul Siam dan Indra Wahyudi, Komisi II, Dinas Perhubungan, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora), tim peneliti dari perguruan tinggi, saat cek langsung ke lokasi dermaga yang dipersoalkan warga. 

SURYA.co.id | SUMENEP - Pembangunan dermaga untuk tambat labuh kapal dan perahu di lokasi obyek wisata pantai Pulau Gili Labek, Desa Kombang, Kecamatan Talango, Sumenep, Madura, yang sempat dipersoalkan oleh sebagian warga dan kepala desa setempat akhirnya diputusukan untuk dilanjutkan.

Hal itu setelah Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma dan Ketua Komisi III, Dul Siam dan Indra Wahyudi, Komisi II, Dinas Perhubungan, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora), tim peneliti dari perguruan tinggi, serta pihak pelaksana proyek bertemu dan mengamati langsung proses dan tempat pembuatan dermada dan tambat labuh kapal di Pulau Gili Labek, Jumat (2/12/2016).

Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Indra Wahyudi kepada Surya, (Tribunnews.com) mengatakan, polemik soal keberadaan dermaga tambat labuh yang dipersoalkan warga sudah selesai.

Sehingga pengerjaan proyek harus tetap dilanjutkan hingga batas waktu akhir proyek pada tanggal 15 Desember 2016 mendatang.

"Karena ternyata setelah kita cek, tidak ada kawasan pembangunan dermaga tambat labuh kapal dan perahu yang merusak terumbu karang, serta jauh dari kawasan wisata diving dan snorekling," papar Indra Wahydi kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Dikatakan, ketika tim juga mensurvey lokasi yang selama ini katanya paling tepat untuk dibangun dermaga dan tambat labuh perahu di lokasi yang selama ini dijadikan tempat berlabuhnya perahu nelayan, justru kurang tepat.
Karena kedalaman air yang terlalu dangkal dan tidak memenuhi syarat untuk lokasi tambat labuh.

"Dan ternyata hasil penelitian dari salah satu peneliti dari perguruan tinggi di Surabaya, tempat yang sekarang dipancang dermaga tambat labuh perahu itu pas dan cocok. Sehingga tidak perlu dipermasalahkan lagi," lanjut politisi Partai Demokrat ini.

Sementara Kepala Desa Kombang, Abdul Khalig, menilai dermaga tambat labuh berada di pusat lokasi diving dan menyelam yang merupakan primadona wisatawan lokal dan mancanegara. Juga mengancam kelestarian terumbu karang di sekitar pantai Pantai Pulau Gili Labek.

"Mestinya, lokasi dermaga tersebut dikaji terlebih dahulu sebelum dimulai pembangunannya. Karena bilamana dermaga ternyata mengganggu ikon wisata Pulau Gili Labek, tentu tidak tepat," kata Khaliq beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Moh Fadhilah mengatakan pembangunan dermaga atau tambat labuh pantai wisata Gili Labek, Desa Kombang, Kecamatan Talango, Sumenep itu penetapan lokasinya disesuaikan dengan Detail Enggenering Desain (DED) pengembangan pariwisata Gili Labek yang disusun Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep.

"Lokasinya sudah sesuai dengan Detail Engineering Design (DED), sehingga pengerjaan proyek dermaga tambat labuh tetap dilanjutkan," katanya singkat.

Pembangunan proyek dermaga dan tambat labuh perahu dan kapal di Pulau Gili Labek, Desa Kombang, Kecamatan Talango, Sumenep, Madura, sepanjang 71 meter dan lebar 2 meter dengan tangkis laut sepanjang 70 meter. Total dana pembangunan tersebut sekitar Rp 700 juta.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Moh Rivai
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved