Breaking News:

Berita Gresik

Nenek Renta Ini Tinggal Sebatangkara, Rumahnya Nyaris Roboh, Inilah Kondisinya

"Ini kita membantu kaum lansia untuk biaya hidup, sebab rata-rata hidup sebatang kara dan keluarga yang diikuti dalam kondisi hidup pas-pasan dan misk

Penulis: Sugiyono | Editor: Yoni
surya/sugiyono
GUBUK REOT - Murah, warga dusun Gatul, Desa Pandu, Kecamatan Cerme, Gresik, menerima sumbangan di depan gubuknya yang reot, Kamis (1/12/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Masih ada masyarakat lanjut usia (lansia) di Kabupaten Gresik yang kurang mendapatkan perhatian pemerintah.

Seperti nenek ini harus tinggal di gubuk reot sebatang kara alias sendirian tanpa saudara. Nenek ini bertahan hidup dari uluran tangan masyarakat.

Nene Murah ( 80 ), warga dusun Gatul, Desa Pandu, Kecamatan Cerme, Gresik hidup sebatang kara, menempati gubuk reot berdinding anyaman bambu, yang sudah miring ke arah tambak.

Kondisi nenek Murah sangat memprihatinkan, kini pendengarannya mulai terganggu.

"Kami memberikan bantuan kepada nenek lansia untuk membantu meringankan beban hidup. Rata-rata yang kita bantu ini orangnya sudah tidak bekerja dan hanya menunggu uluran bantuan tetangga," kata Ali Sugiarto, yang juga anggota Komunitas Wartawan Gresik (KWG) saat mendampingi tim Yayasan dana sosial Al Falah Cabang Gresik ( YDSF), Kamis (1/12/2016).

Nenek Murah menempati gubuk seluas 3X4 meter, bahkan jika terkena angin, rgubuk ini nyaris roboh.

Untuk mengantisipasi itu, gubuk itu disangga atau ditopang dengan kayu agar tidak roboh.

"Anak-anak muda Desa yang membantu mendirikan penyangga rumah nenek Murah," imbuh Ali, warga Desa Kesan yang, Kecamatan Kebomas.

Saat mendapat abntuan nenek Murah mengatakan, bahwa dirinya usai jatuh dan tidak ada yang membantu berobat.

Akibat jauh tersebut, membuat kondisi Murah semakin tidak sehat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved