Lifestyle
Film Cinta Laki-Laki Biasa; Velove Vexia Tak Khawatir di-PHP Gara-gara Ta’aruf
MESKI ADA unsur religi, menurut Velove, film garapan sutradara Guntur Soeharjanto ini sangat universal.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Ta’aruf ternyata bukan sesuatu yang perlu ditakutkan.
Ta’aruf justru sebuah proses menyenangkan antara lelaki dan wanita yang akan menjalin hubungan rumah tangga, terutama bagi perempuan sehingga tak perlu merasa khawatir di-PHP (pemberi harapan palsu).
Itulah kesan yang diperoleh artis Velove Vexia usai menjalani syuting "Cinta Laki-Laki Biasa".
Meski ada unsur religi, menurut Velove, film garapan sutradara Guntur Soeharjanto ini sangat universal.
"Yang selama ini muncul kan kesannya ta'aruf itu dijodohkan oleh orangtua. Kenal atau nggak harus tetap suka," cetus Velove ketika ditemui sesaat sebelum acara nonton bareng film "Cinta Laki-Laki Biasa" di Marvel City Surabaya, Kamis (1/12/2016).
Menurut Velove, Cinta Laki-Laki Biasa adalah film religi pertama baginya.
“Tapi, saya merasa dakwahnya yang universal dan bisa untuk semua kalangan,” paparnya.
Putri pengacara kondang OC Kaligis ini menambahkan, lewat film itu pula dia merasakan perlunya seseorang mempertimbangkan kembali bibit-bebet-bobot calon pasangannya agar tidak menyesal di kemudian hari.
“Tapi yang perlu ditekankan adalah sisi yang tidak kasat mata, bukan materi semata,” tandas Velove yang di film adaptasi dari novel karya Asma Nadia dengan judul sama tersebut berperan sebagai tokoh Nania.
Salah satu tantangan yang terberat dalam karakter yang ia mainkan di film produksi Starvision ini adalah minum kopi.
Velove sendiri mengaku bahwa dirinya tak bisa minum kafein karena ia jadi nggak bisa tidur. Sedang Nania, tokoh yang diperankah sangat suka minum kopi.
"Caranya ya saya minum sedikit saja. Atau kalau bisa ‘diakalin’ saya minum minuman lain tapi kesannya seperti kopi yang item banget,” bebernya.
Namun, sang sutradara tetap minta dia minum yang ada ampasnya kopi. “Jadi mau nggak mau saya minum soda dicampur ampas kopi," urai wanita kelahiran Menado, 13 Maret 1990 ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/film-cita-laki-laki-biasa_20161201_231247.jpg)