Hukum Kriminal Surabaya

Anak Politisi Gerindra Dituntut 6 Tahun Penjara karena Kasus ini

"MENUNTUT kedua terdakwa dengan penjara masing-masing 6 tahun penjara dan denda Rp 800 juta, subsider 2 bulan kurungan," ujar JPU Irene Ulfa.

Anak Politisi Gerindra Dituntut 6 Tahun Penjara karena Kasus ini
surya/anas miftakhudin
Terdakwa Galih Wira Bumi (kanan) bersama temannya Bramantyo Dwi Arubowo mendengar tuntutan JPU Irene Ulfa dalam persidangan, Kamis (1/12/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Anak politisi yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Fandi Sutadi, ‎Galih Wira Bumi, asal Jalan Barata Jaya XXI dituntut hukuman 6 tahun penjara, Kamis (1/12/2016).

Sidang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya ruang Tirta 2, terdakwa Galih yang yang kesandung perkara narkoba disidang bersama rekannya, Bramantyo Dwi Arubowo.

Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut umu (JPU) Irene Ulfa SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak itu masing-masing 6 tahun penjara.

"Menuntut kedua terdakwa dengan penjara masing-masing 6 tahun penjara dan denda Rp 800 juta, subsider 2 bulan kurungan," ujar JPU Irene Ulfa saat membacakan amar tuntutannya.

Rupanya, tuntutan yang cukup tinggi itu membuat hakim anggota, Yulisar SH terperangah.

"Waduh tingginya," selorohnya.

Hal yang memberatkan kedua terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah yang tengah gencar-gencarnya diberantas.

"Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus menyongsong masa depan. Tapi keduanya justru menggunakan narkoba," terang Irene Ulfa.

Usai pembacaaan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Sigit Sutriono SH memberi kesempatan pada kedua terdakwa untuk mengajukan pembelaan (pledoi).

"Kalian sudah mendengar dituntut 6 tahun penjara. Kami memberi kesempatan untuk melakukan pembelaan," terang Sigit dan dijawab dengan anggukan kepala oleh kedua terdakwa.

Persoalan itu mencuat setelah kedua terdakwa ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Pabean Cantikan.
Keduanya ditangkap terlebih dahulu sebelum polisi menangkap Rully Kristiawan (berkas terpisah), pada 28 Juni 2016 atas perkara kepemilikan narkoba jenis SS seberat 0,5 gram yang disimpan di celana dalamnya.

Terdakwa Rully Kristiwan (berkas terpisah) merupakan orang suruhan terdakwa Galih Wira Bumi, untuk membeli narkoba.

Kepada petugas, terdakwa Rully mengakui jika barang itu milik Galih Wira Bumi. Ia disuruh membelikan SS yang ditransfer melalui rekeningnya. Galih mentansfer uang Rp 400.000 untuk dicarikan SS.

Rencananya SS itu akan dipakai bersama Bramantyo, tapi setelah membeli dan melintas di Jalan Kenjeran, Rully ditangkap polisi.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved