Berita Ekonomi Bisnis

Rumah Tapak Disebut Lebih Diminati daripada Apartemen, ternyata ini Alasannya

MARKETING Manager PT Ciputra Delta atau Citra Harmoni, R Mayasari, mengakui konsumen properti di Surabaya masih banyak yang melirik rumah tapak.

Rumah Tapak Disebut Lebih Diminati daripada Apartemen, ternyata ini Alasannya
surya/sugiharto
Sesi foto bersama di salah satu sudut Citra Harmoni. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tren rumah vertikal di Surabaya masih kurang menarik bagi Rumini dan keluarganya.

Warga Krembangan, Surabaya, ini malah mendorong anaknya, Samsul, untuk membeli rumah tapak di kawasan Trosobo, Sidoarjo.

"Ini anak saya mau beli apartemen di daerah Sawahan. Dekat dengan rumah kami di Krembangan. Tapi untuk apa rumah tinggi, mending jauh tapi masih dapat rumah dengan halamannya," cerita Rumini mendampingi Samsul dan keluarga kecilnya, saat open house tipe Shinano dan Jinzu di Cluster Riverside, Citra Harmoni, Sidoarjo, Minggu (27/11/2016).

Rumini mengaku belum begitu menyukai tinggal di apartemen. Menurutnya, kurang bisa untuk hidup bertetangga dan tidak bisa melakukan pengembangan rumah. "Kalau di perumahan kan masih bisa bertemu tetangga dengan halaman yang bisa dikembangkan untuk menjadi bagian rumah, atau tempat main cucu-cucu saya nantinya," lanjut perempuan berusia 55 tahun itu.

Rumini datang bersama suaminya, Soleh dan anaknya Samsul serta menantunya Ratna. Samsul dan Ratna, baru menikah lima bulan.

Tak hanya keluarga Rumini, keluarha Budi Agung, juga tampak hadir di acara open house tersebut. Kedua keluarga ini tertarik dengan rumah tipe Shinano dengan Luas Bangunan (LB)/Luas Tanah (LT) 91/132 di Cluster Riverside (RV) 1 dan tipe Jinzu dengan LB/LT 69/90.

Harga yang ditawarkan mulai Rp 800-an juta.

"Cukup tertarik, karena ukurannya cukup besar. Apalagi ada tawaran bunga 5,5 persen untuk KPR lewat BCA," ungkap Agung.

Marketing Manager PT Ciputra Delta atau Citra Harmoni, R Mayasari, mengakui konsumen properti di Surabaya masih banyak yang melirik rumah tapak dibanding apartemen.

"Saat ini bila dibandingkan beli apartemen ukuran kecil di tengah kota dengan rumah tapak ukuran besar di pinggiran kota Surabaya, masih cukup tinggi minat yang kedua. Dengan harga yang sama, beli rumah tapak masih lebih menarik," kata Maya disela acara open house.

Saat ini, pasar atau konsumen untuk segmen menengah sedang tumbuh pesat. Karena itu pihaknya menyediakan rumah di kisaran harga Rp 800 an juta yang setahun yang lalu masih dikisaran Rp 600 an juta.

"Responnya cukup bagus. Untuk yang kami tawarkan dalam kegiatan open house ini, ada dua tipe yang masing-masing tersedia 12 unit. Tiga unit untuk tipe Jinsu sudah laku," jelas Maya.

Hartono Winarko, General Manager PT Ciputra Delta, menambahkan, saat ini demografi warga Jatim, sudah berbentuk piramid. "Kelas menengah cukup besar dibanding kelas atas. Hal itu kami manfaatkan dengan memberikan lebih banyak penawaran kelas menengah, dengan tetap ada untuk kelas atas," tambah Hartono.

Apalagi tahun 2016 ini, ditambah tahun 2017 mendatang, pasar properti mulai bangkit. "Kami optimis pasar mulai bergairah. Mengikuti siklus tahunan. Semester II tahun ini saja sudah mulai naik penjualannya," lanjut Hartono.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved