Breaking News:

Berita Gresik

Senangnya Ibu-ibu ini Bisa Membuat Biscuit Tempe

"SAYA JUGA AKAN MEMBUAT di rumah untuk saya jual di toko sendiri. Saya yakin bakal laku, karena penganan ini unik dan rasanya juga enak," sambung ibu

Penulis: M Taufik | Editor: Yoni
Surya/M Taufik
Ibu-ibu membuat aneka makanan dari tempe 

SURYA.co.id | GRESIK - Berhasil mengolah tempe menjadi biscuit, nugget, pastel jamur tempe, dan sempol tempe membuat ibu-ibu warga Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Gresik senang tak karuan.

Mereka pun langsung menyatakan kesiapannya untuk membuat sendiri aneka penganan berbahan tempe di rumah dan memasarkannya untuk menambah penghasilan keluarga.

"Aromanya mantab, pasti rasanya juga sangat enak ini," ujar Farikha sesaat setelah membuka oven dan mencium aroma biscuit tempe yang dibuatnya bersama sejumlah ibu di Balai Desa Sidomukti kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Jumat (25/11/2016).

Ibu 37 tahun tersebut mengaku sangat senang bisa membuat makanan jenis baru ini. Termasuk para ibu lainnya, juga langsung berbinar melihat biskuit tempe yang mereka buat dalam acara pelatihan itu sudah setengah matang.

"Saya juga akan membuat di rumah untuk saya jual di toko sendiri. Saya yakin bakal laku, karena penganan ini unik dan rasanya juga enak," sambung ibu peserta pelatihan lainnya di sela acara kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Kegiatan ini digelar oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) Gresik. Selama empat hari, ibu-ibu di sana dilatih mengolah makanan berbahan tempe, Plus diajari cara pengemasannya.

"Saya yakin empat produk tersebut akan bisa diterima di tengah masyarakat, dan laku di pasaran. Produk ini termasuk frozen food yang bisa awet dengan pendinginan," ujar Nugrahani, tenaga pengajar dari Fakultas Teknik Tata Boga Unesa Surabaya.

Dirinya juga mengaku sangat yakin produk ini bisa laku keras di pasaran. Asalkan, ibu-ibu membuatnya dengan sangat baik sebagaimana resep yang diajarkan dalam pelatihan ini.

Dari hitung-hitungan yang dilakukan, produk ini secara ekonomis juga bisa mendatangkan keuntungan yang lumayan.

"Keuntungannya sekitar lima puluh persen lebih dari modal yang dikeluarkan”, ungkap Nugrahani.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved