Hukum Kriminal Surabaya

Sikat Mobil, Penjahat ini Menyerah Ditembak Kakinya

"Kami terpaksa melumpuhkan tersangka, karena saat ditangkap hendak melarikan diri dan melawan petugas," sebut Kapolsek Wonokromo Kompol Arisand kepada

Sikat Mobil, Penjahat  ini Menyerah Ditembak Kakinya
surya/ fatkhul alami
Tersangka Teguh Tri yang kami kanannya ditembak saat di Polsek Wonokromo Suabaya, Kamis (24/11/2016). 

 SURYA.co.id | SURABAYA - Teguh Tri Priyanto (39), asal Jl Ngagel Tirto Surabaya berjalan tertatih-tayih saat digelandang ke Poksek Wonokromo, Surabaya, Kamis (24/11/2016).

Penjahat sepesialis pencurian dengan pemberatan (Curat) ini meneyerah setelah ditembak kakinya.

Ia dibekuk Unit Reskrim Polsek Wonokromo setelah melakukan pencurian mobil jenis pick up di Jl Ngagel Surabaya. Mobil milik Sugiono dengan nopol L 9211 G itu disikat saat diparkir di pinggir jalan.

"Kami terpaksa melumpuhkan tersangka, karena saat ditangkap hendak melarikan diri dan melawan petugas," sebut Kapolsek Wonokromo Kompol Arisand kepada Surya (TRIBUNnews.com Network)i, Kamis (23/11/2016).

Dalam menjalankan aksi pencurian, tersangka Teguh tidak sendirian. Dia dibantu dua rekannya, Erwin (DPO) dan Irfan (ditahan di Polrestabes Surabaya karena kasus narkoba).

Tersangka Teguh ini bagian eksekutor pencurian. Dia memakai kunci T untuk merusak pintu dan kontak mobil.

"Kami juga menemukan satu kunci stang stir mobil pick up saat menggeledah rumah tersanga," jelas Arisandi kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan, ternyata komplotan Teguh Tri ini tidak hanya mencuri mobil. Tersangka sedikitnya melakukan tindak kejahatan curat di lima TKP di Surabaya.

Lima TKP itu, yakni Jl Kapasan pada Agustus, Jl Biliton pada September. Jl Manyar paa Juli, Jl Semolowaru pada Oktober dan Pasar Pucang pada Agustus. Pencurian itu dilakukan pada 2016.

"Semua hasil curian dijual ke Madura," ucap Arisandi.

Tersangka Teguh mengaku, nekat mencuri lantaran desakan ekonomi. Ia yang bekerja sebagai kurir di salah satu bank swasta di Surabaya ini hanya dibayar kecil.

"Saya bagian eksekutornya pakai kunci T. Setelah itu motor dan mobil dijual ke Madura. Kalau motor dijual Rp 2 juta sampai Rp 3 juta, kalau mobil Rp 13 juta. Hasilnya si bagi rata," aku tersangka.

Begitu pegang uang, hasil kejahatan untuk senang-senang. Mulai pesta sabu, nongkrong di tempat hiburan sampai main perempuan.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kini dijebloskan ke sel tahanan Polsek Wonokromo.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved