Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Harga Naik, Industri Kertas Tumbuh 22 Persen

"Untuk harga, naik rata-rata 14,4 persen. Sedangkan kuantitas penjualan produk naik 7,3 persen," ujarnya, Kamis (24/11/2016), saat publik ekspose, di

surya/mujib anwar
Direktur PT Suparma Tbk Hendro Luhur 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah tahun lalu terpuruk, tahun ini penjualan industri kertas dengan berbagai varian produknya tumbuh pesat. Ini, misalnya, terjadi PT Suparma Tbk.

Dari target penjualan bersih perseroan sebesar Rp 1,9 triliun di tahun 2016, selama sepuluh bulan, sejak Januari - Oktober, penjualan bersih mencapai Rp 1,569 triliun, atau 82,6 persen dari target.

Direktur PT Suparma Tbk Hendro Luhur mengatakan, dari realisasi tersebut, penjualan bersih perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 22,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2015.
Penyebabnya, naiknya harga jual dan kuantitas penjualan produk kertas.

"Untuk harga, naik rata-rata 14,4 persen. Sedangkan kuantitas penjualan produk naik 7,3 persen," ujarnya, Kamis (24/11/2016), saat publik ekspose, di Surabaya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Dengan trend positif tersebut, pihaknya, kata Hendro optimis hingga akhir tahun nanti, perseroan dapat mewujudkan minimal 96 persen dari target penjualan bersih yang telah ditetapkan.

Pasalnya, lebih dari 90 persen produk-produk PT Suparma untuk memenuhi pasar dalam negeri.

Dari jumlah itu, 68 persen atau mayoritas ceruk pasar berada di wilayah Jatim. Sedangkan 32 persen sisanya, Jakarta, Jawa Barat, dan sejumlah wilayah lain di Indonesia.

"Dengan pertumbuhan perekonomian Jatim yang cukup tinggi, mencapai 5,57 persen, sementara nasional hanya 5,02 persen saja. Inilah yang membuat kami optimis," tegasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Apalagi, sektor industri makanan dan minuman (mamin) yang banyak memanfaatkan produk PT Suparma juga tumbuh besar di Jatim. Dengan kontribusi diatas 30 persen terhadap industri pengolahan.

"Ini beda dengan tahun lalu, kondisinya susah dan penjualan pada turun semua," tandasnya.

Untuk produksi, dari target produksi kertas sebesar 203.000 metrik ton (MT) pada 2016. Hingga Oktober sudah tercapai 169.539 MT atau 83,5 persen.

Dari jumlah itu, produk PT Suparma masih didominasi kertas duplex dengan kontribusi mencapai 48 persen, disusul kertas coklat 27 persen, dan kertas tisu 25 persen.

Tapi, dengan banyaknya berdiri dan beroperasi hotel baru, pihaknya optimis suplai kertas tisu akan meningkat.

"Makanya tahun depan, penetrasi kertas tisu kita perkirakan naik menjadi 30 persen," imbuhnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved