Berita Bangkalan Madura

13 Pejabat Bangkalan 'Rebutan' Kursi Kepala Dinkes, BPKAD, dan Sekretaris Dewan

Salah satu peserta, Hamas Muarif mengaku, kesempatan yang umum disebut lelang jabatan ini merupakan yang pertama kali di Bangkalan.

13 Pejabat Bangkalan 'Rebutan' Kursi Kepala Dinkes, BPKAD, dan Sekretaris Dewan
surya/ahmad faisol
Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bangkalan Hamas Muarif bersama Sekretaris Dinas Kesehatan Siti Amina menunggu giliran seleksi, Rabu (23/11/2016). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Sebanyak 13 pejabat dan dua dokter saling 'berebut' kursi kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dan Sekretaris Dewan (Sekwan). Mereka mengikuti Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang digelar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bangkalan di Gedung Merdeka, Rabu (23/11/2016).

Untuk kursi kepala dinkes, diperebutkan oleh dr Teguh Basuko Hadi (mantan Dirut RSUD Syamrabu), dr Andre Eko Purnomo (spesialis paru), Sastro Sardjono (psikologis klinik RSUD Syamrabu), Muzakki (perawat ahli dinkes), dan Ahmat Zaini (Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan/BKP3).

Sementara untuk kursi kepala BPKAD, diperebutkan Hamas Muarif (Sekretaris Badan Lingkungan Hidup/BLH), Dwi Wibagio (Sekretaris sekaligus Plt Kepala BPKAD), Siti Amina (Sekretaris Dinkes), dan Samsul Arifin (Sekretaris Dinas PU Bina Marga dan Pengarian).

Sedangkan kursi sekwan, diperebutkan Joko Supriyono (Kabag Risalah dan Persidangan Dewan sekaligus Plt sekwan), AK Setiadji (Kabag Hukum), SAJ Sutrisno (Kabag Perekonomian), dan Edi Murjanti (Kabag Administrasi Pembangunan).

Salah satu peserta, Hamas Muarif mengaku, kesempatan yang umum disebut lelang jabatan ini merupakan yang pertama kali di Bangkalan. Menurutnya, kemampuan masing - masing pejabat akan menentukan hasil seleksi.

"Hal seperti bagus. Siapa saja yang lolos dan terpilih mengisi jabatan yang ada, berarti dialah yang terbaik sesuai dengan kemampuannya," singkatnya kepada SURYA.co.id ketika menunggu giliran tes tulis dan wawancara.

Tes tulis dan wawancara itu merupakan tahapan terakhir yang harus dilalui para peserta. Mereka mengawali dengan seleksi administrasi, dilanjutkan dengan seleksi kompetensi assessment di Assessment Center di Badan Diklat Provinsi Jatim, pada 16 - 18 Nopember 2016.

"Dari awal atau sejak seleksi administrasi, jumlah peserta 13 orang hingga tes wawancara ini," ungkap Kepala BKD Kabupaten Bangkalan Moh Gufron.

Ia menjelaskan, Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama ini terdiri dari lima orang. Mereka terdiri dua akademisi, satu tokoh masyarakat, Kepala BKD, dan Kepala Inspektorat Kabupaten Bangkalan.

"Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama ini hanya boleh diikuti minimal pejabat eselon IIIa atau pejabat yang setara," jelasnya.

Ia menambahkan, tahap kompetensi assessment merupakan tahapan untuk mengetahui kemampuan manajerial seorang pimpinan. Sementara tes wawancara dan tulis merupakan tahapan untuk mengukur kemampuan teknis.

"Tidak ada sistem ranking. Tugas pansel ini hanya menjaring tiga terbaik. Selanjutnya, Bapak Bupati lah selaku pejabat pembina kepegawaian yang akan memilih satu dari tiga terbaik," pungkasnya.

Sekedar informasi, Kepala Dinkes Bangkalan sementara ini dijabat drg Yusro yang juga menjabat sebagai Dirut RSUD Syamrabu Bangkalan. Sedangkan Kepala BPKAD sementara ini dijabat Dwi Wibagio yang juga menjabat BPKAD.

Adapun Sekwan sementara ini dijabat oleh Joko Supriyanto yang juga menjabat Kabag Risalah dan Persidangan Dewan. Rangkap jabatan di tiga instansi itu berlansung sejak April 201

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved