Berita Surabaya

Ditemukan Banyak Remaja Nakal di 'Rumah Hantu' Darmo, ini Buktinya

Berdasar data satpol PP, sepanjang 2016 menemukan 62 remaja terjaring razia di rumah hantu Darmo.

Ditemukan Banyak Remaja Nakal di 'Rumah Hantu' Darmo, ini Buktinya
SURYA/HADI SANTOSO
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto.

SURYA.co.id | SURABAYA - Satpol PP Kota Surabaya menemukan fakta bawah aksi kenakalan remaja di Surabaya kini tidak memandang tempat. Banyak remaja menggunakan tempat dianggap angker untuk kegiatan negatif.

Misalnya, rumah hantu Darmo. Rumah dianggap angker oleh sebagian masyarakat Surabaya ini, justru banyak didatangi remaja yang rentan masalah kenakalan.

Berdasar data satpol PP, sepanjang 2016 menemukan 62 remaja terjaring razia di rumah hantu Darmo.

Mayoritas para remaja yang terjaring sedang kedapatan pacaran saat malam hari.

Sedangkan, beberapa di antaranya bahkan dinyatakan positif menggunakan obat-obatan terlarang.

Lokasi itu dimanfaatkan oleh para remaja untuk melakukan aktivitas yang tidak produktif.

Untuk itu, Satpol PP terus melakukan pengawasan secara random.

"Biasanya, kita sekali menertibkan dapat 15 remaja. Dan biasanya kalau setelah ada konser, mereka duka kumpul di sana," kata Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto, Selasa (22/1/20106)

Razia kenakalan remaja selalu menggandeng Bapemas KB, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan serta Badan Narkotika Nasional (BNN).

Prosedurnya, semua remaja yang terjaring razia akan didata. Setelah itu, para remaja akan mendapatkan pembinaan.

Kabid Pengembangan Kapasitas Satpol PP Surabaya, Deny C. Tupamahu menambahkan, jumlah kenakalan remaja dari Januari hingga 22 November 2016, mencapai 793 kasus.

Rinciannya, 597 laki-laki dan 196 perempuan. Angka ini mengalami peningkatan jika dibanding tahun lalu sebanyak 675 kasus.

Namun demikian, menurut Deny, kenaikan temuan tidak bisa serta-merta disimpulkan bahwa kenakalan remaja di Surabaya meningkat.

Pasalnya, pada 2016 ini, satpol PP melebarkan sayap sasaran razia dan lebih aktif menggelar operasi kenakalan remaja. Utamanya di warkop yang kini sudah menjadi lokasi rutin razia.

“Tahun lalu, warkop belum masuk sasaran utama kami. Tapi, karena jumlahnya ternyata cukup tinggi, maka dari itu tahun 2016 ini kami intensifkan razia di warkop-warkop pada jam sekolah,” tandasnya.

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved