Berita Mojokerto

Satpal PP Kota Mojokerto Razia 8 Pelajar Saat Nongkrong

"Mereka juga kami minta menandatangani surat pernyataan untuk tak bolos lagi," tegasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Satpal PP Kota Mojokerto Razia 8 Pelajar Saat Nongkrong
surya/sudarma adi
Seorang siswa yang didata dan menandatangani surat pernyataan tak bolos di kantor Satpol PP Kota Mojokerto, Senin (21/11/2016). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Razia terhadap pelajar di Mojokerto terus dilakukan Satpol PP Kota Mojokerto. Dalam razia itu, satpol menjaring delapan pelajar SMA.

Para pelajajar yang terjaring berasal dari SMA di daerah Balongbendo Kabupaten Sidoarjo dan Kota Mojokerto.

Mereka dipergoki sedang cangkrukan di kawasan Taman Kehati dan warung kopi di daerah Pulorejo, ketika jam pelajaran masih berlangsung.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas yang dibantu oleh belasan Banpol PP perempuan dan para siswa itu.

"Delapan siswa yang kami jaring terdiri atas tujuh laki-laki dan seorang pelajar putri. Orangtua dan guru mereka diminta menjemput anaknya, karena ada pelanggaran terhadap Perwali No 17/2008 tentang wajib belajar 12 tahun," jelas Sugiono, Kasi Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kota Mojokerto kepada wartawan, Senin (21/11/2016).

8 Pelajar tersebut rencananya akan dihadapkan ke Balai Konseling (BK) Pol PP. Namun karena ada permintaan diadakan BK di sekolah masing-masing, maka para pelajar itu diperbolehkan pulang.

"Mereka juga kami minta menandatangani surat pernyataan untuk tak bolos lagi," tegasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Dari razia ini, petugas Satpol PP mengamankan beberapa batang rokok eceran dan ponsel sebagai barang bukti.

Petugas juga membawa sepeda motor tanpa kelengkapan, seperti spion dan SIM. Adapun para siswa yang diproses dan menunggu giliran menandatangi surat pernyataan, tampak tertekan dan malu.

Terkait indikasi kenakalan remaja ini, Ketua Komisi III DPRD Kota Mojokerto Djunaedi Malik mengapresiasi positif Satpol PP ini.

Dia berharap, razia ini dapat menjadi pelajaran bagi pelajar lainnya yang berniat mbolos.

"Biar ini menjadi pelajaran. Karena pendidikan itu tak hanya oleh guru saja. Para orangtua juga menjadi guru ketika siswa berada di rumah," pungkasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved