Berita Jakarta

Inilah Protes Keras untuk Jokowi soal Insiden Majalengka dan Langkat

KEKERASAN DAN KRIMINALISASI OLEH APARAT TERHADAP RAKYAT SELAMA REZIM JOKOWI-KALLA. Atas nama pembangunan, tindakan represif terus terjadi.

Inilah Protes Keras untuk Jokowi soal Insiden Majalengka dan Langkat
spi.or.id + kpa.or.id
DARI KIRI - Karsiman dan Dastam (petani Sukamulya, Majalengka, Jawa Barat) serta Zulkifli (petani Mekar Jaya, Langkat, Sumatera Utara). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Konsorsium Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) mengecam kekerasan aparat dan kriminalisasi terhadap perjuangan rakyat Desa Sukamulya, Majalengka, Jawa Barat serta di Desa Mekar Jaya, Langkat, Sumatera Utara.

Sikap lembaga itu disebarkan melalui laman resminya, kpa.or.id, 20 November 2016.

Sumbernya adalah Dewi Kartika (Sekjen KPA), Nurhidayati (Direktur Eksekutif Nasional WALHI), Agus Ruli Ardiansyah (Sekum DPP Serikat Petani Indonesia), Haris Azhar (Kordinator Kontras), Aliza (Solidaritas Perempuan), dan Bambang Nurdiansyah (Sekjen FPRS – perwakilan warga Sukamulya).

rezim jokowi kalla

Berikut ini siaran pers sesuai naskah aslinya, dikutip utuh tanpa suntingan:

Di rezim Jokowi, kekerasan aparat dan kriminalisasi rakyat masih terjadi. Penggusuran atas nama pembangunan demi kepentingan umum terus dilakukan dengan pendekatan represif.

Sejak Kamis (17/11/2016) Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dalam kondisi mencekam.

Desa ini menjadi benteng penolakan terakhir, setelah 10 desa lainnya mengalami  penggusuran untuk pembangunan Bandara Kertajati, atau kini dikenal proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Ribuan warga Sukamulya melakukan penolakan terhadap proses pengukuran lahan BIJB  yang melibatkan 1.200 personel aparat gabungan TNI,POLRI dan Satpol PP. Tembakan gas air mata, pemadaman listrik, sweeping dan pendirian tenda aparat di tengah-tengah pemukiman telah menciptakan teror bagi warga.

Proses pengukuran yang berakhir ricuh, berujung pada penangkapan 6 orang petani dan belasan warga lainnya luka-luka, serta menyisakan ketakutan dan trauma bagi warga, terutama perempuan dan anak-anak.

Terhadap peristiwa ini, KNPA telah melayangkan SURAT PROTES kepada Presiden Jokowi, yang pada pokoknya menuntut Presiden segera menghentikan tindakan represif, kriminalisasi oleh aparat keamanan kepada warga Desa Sukamulya, pengukuran tanah secara paksa, dan memerintahkan penarikan aparat keamanan dari lokasi kejadian serta membebaskan petani yang masih ditahan.

Halaman
1234
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved