Djarum Sirkuit Nasional

Hera Desi dari Bandung Tujuh Kali Juara dalam Djarum Sirkuit Nasional, Kali Ini di Surabaya

Hera menang dua game langsung dari lawannya Aprilia Yuswandari asal PB Semen Gresik, dengan skor 21-14 dan 21-18.

erfan hazransyah
Hera Desi Ana Rachmawati berhasil unggul atas lawannya Aprilia Yuswandari (21/14 - 21/18), pada final tunggal putri Djarum Sirkuit Nasional Premier Jawa Timur Open 2016 di GOR Sudirman Surabaya, Sabtu (19/11/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hera Desi Ana Rachmawati, pebulutangkis tunggal putri besutan PB Mutiara Cardinal Bandung, meraih gelar juara ketujuhnya di Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Premier Li Ning Jawa Timur Open 2016, Sabtu (19/11/2016) malam di GOR Sudirman, Surabaya.

Hera menang dua game langsung dari lawannya Aprilia Yuswandari asal PB Semen Gresik, dengan skor 21-14 dan 21-18.

Sepanjang babak, Hera mengandalkan teknik yang sangat mumpuni sehingga membuat Aprilia keteteran meladeni permainan Hera yang memang telah mengetahui letak kelemahan lawannya.

"Syukur sekali bisa menang ketujuh kalinya. Di Sirnas lalu sempat kalah karena kesalahan saya sendiri yang ingin cepat menang, dan di pertandingan kali ini kesalahan saya minimalkan, hasilnya sangat membanggakan," kata Hera, Sabtu (19/11/2016) usai pertandingan.

Kemenangan melawan Aprilia ini merupakan pembalasan darinya setelah ia kalah dari Aprilia di Sirnas Jateng lalu.

Selain itu Hera menuturkan ini merupakan titik balik setelah dirinya terdegradasi dari pelatnas 2014 karena cedera lutut yang dialaminya.

"Semenjak terdegradasi saya memang memilih untuk fokus di klub dan mengikuti pertandingan yang ringan-ringan," ujarnya.

Sementara saat disinggung terkait hadiah yang didapat selama mengikuti Sirnas, Hera mengaku ingin menginvestasikan tabungannya untuk bekal masa depannya.

Hal ini ia lakukan karena dirinya sadar bulutangkis tidak dapat dijadikan tumpuannya hingga tua.

"Pilih nabung dan dibelikan tanah atau rumah. Apalagi saya sadar kalau bulutangkis tidak sampai tua karena kondisi tenaga dan stamina. Jadi saya memilih untuk menabung atau beli tanah di kampung. Kemarin juga sudah belintanah kapling milik kak Liliyana Natsir juga," papar gadis berlesung pipit tersebut.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved