DPRD Surabaya

Tiap Anggota DPRD Surabaya akan Kelola Dana Rp 3 Miliar, Pimpinan Bisa Rp 10 Miliar

Dari 1400 proposal yang sudah diajukan ke Pemkot Surabaya saat ini, yang sudah cair baru 48 proposal.

pixabay
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya terus memperjuangkan jatah anggaran Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas), yang hingga kini masih belum cair.

Oleh karena itu, nantinya jatah Jasmas tersebut akan dirapel pada APBD 2017 mendatang.

Pada 2015, jatah Jasmas untuk satu anggota senilai Rp 1,5 milir dan pimpinan mencapai Rp 3 miliar.

Pada 2016, jatah itu senilai Rp 2 miliar untuk anggota dan pimpinan mencapai Rp 4 miliar hingga Rp 5 miliar.

Sedangkan pada 2017 menjadi Rp 3 miliar dan untuk pimpinan mencapai Rp 10 miliar.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha menjelaskan, dana Jasmas APBD 2017 cukup besar karena anggaran bansos tahun 2015 dan 2016 tidak terpakai sehingga akan dirapel.

"Kalau sampai tidak cair lagi, ya sama saja kalau begitu," katanya.

Sulitnya pencairan dana Jasmas itu hingga kini masih belum diketahui acara jelas oleh Masduki.

Padahal, rata-rata setiap pengajuan proposal sudah sesuai dengan aturan. "Kalau semua pengajuan dan prosedur telah dipenuhi, seharusnya bisa dicairkan," terangnya.

Sementara itu, sulitnya pencairan hibah Jasmas membuat beberapa anggota DPRD Surabaya enggan membahas APBD 2017.

Bahkan mereka pun tarik ulur untuk menyelesaikan APBD tepat waktu sampai 30 November mendatang.

"Pemkot sudah menjanjikan bahwa dana hibah jasmas akan cair maksimal bulan Oktober 2016 lalu. Namun nyatanya hingga saat ini belum ada anggaran jasmas yang dicaikan," tegas Masduki.

Masih kata Masduki, dari 1400 proposal yang sudah diajukan ke Pemkot Surabaya saat ini, yang sudah cair baru 48 proposal. Sedangkan sisanya sama sekali belum dicairkan. 

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved