Breaking News:

Berita Mojokerto

Pelaksana Proyek Jembatan Rejoto Janji Pasang Grider Tuntas 14 Desember Mendatang

"Harus bagus dan baik. Itu intinya," pungkasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Penulis: Sudharma Adi | Editor: Yoni
surya/sudarma adi
Proses hearing di ruang utama DPRD Kota Mojokerto yang membahas ambruknya proyek Jembatan Rejoto, Kamis (17/11/2016). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - DPRD Kota Mojokerto akjhirnya memanggil Dinas Pekerjaan Umum (PU) terkait ambruknya Jembatan Pulorejo-Blooto (Rejoto), Kamis (17/11/2016).

Pelaksana proyek, PT Wijaya Karya (Wika) berjanji akan melanjutkan proyek tersebut dengan cara memasang enam grider (beton tengah) diperkirakan tuntas pada 14 Desember mendatang.

Dalam hearing di ruang utama dewan itu, ada beberapa pihak yang dihadirkan, termasuk mitra pembuat dan pemasang grider dari kontraktor pelaksana, PT Brahma Kerta dan PT Wika.

PT Wika menegaskan, pembuatan enam grider itu telah selesai seluruhnya.

"Enam grider pengganti sudah selesai seluruhnya. Hanya tinggal memotong setelah umur pengeringan selesai. Kalau cuaca mendukung, maka 14 Desember pemasangan sudah selesai," ujar Sholeh, pelaksana proyek dari PT Wika, Kamis (17/11/2016).

Dijelaskan, setelah pengerjaan grider bisa tuntas, kini dia fokus pada pembongkaran puing grider yang rusak di sungai Ngotok.

"Saat ini kami membongkar puing dan memperbaiki crane yang rusak," paparnya.

Mengenai penyebab ambruknya jembatan itu, Sholeh masih tak dapat mengungkapkan secara pasti apa yang membuat ambruknya landasan jembatan.

"Ini kecelakaan yang baru pertama terjadi. Kami masih menyelidiki dan mengamati penyebabnya. Namun yang kami lihat, belum adanya penyatuan grider itu menimbulkan efek ketika ada goncangan, sehingga kelima grider bergetar semuanya," tambahnya.

Dia lalu mengaitkan dengan kemungkinan adanya gempa yang terjadi pada Jumat (11/11/2016) kemarin.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved