Hukum Kriminal Surabaya

Demi Judi, Menantu Kuras Isi ATM Milik Mertua, begini Modusnya

“Penarikan ATM tidak dilakukan sekali, saya melakukan 10 kali. Jumlah uang yang ditarik bervariasi. Kadang Rp 300 ribu atau Rp 500 ribu,” aku Ridwan.

Demi Judi, Menantu Kuras Isi ATM Milik Mertua, begini Modusnya
surya/fatkhul alami
Polisi memperlihatkan M Ridwan (menutup muka) berikut barang buktinya di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (16/11/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menantu yang satu ini benar-benar kurang ajar. Sebab, ATM mertuanya sendiri dicuri dan uangnya dikuras untuk kepentingan pribadi.

Kejadian ini dilakukan M Ridwan (20), warga yang tinggal Jl Dharmawangsa Surabaya.

Dia nekat mencuri ATM milik Chusnul Hidayat (49) yang tak lain adalah mertuanya sendiri. Pencurian ini dilakukan pada 15 Oktober 2016.

Tersangka menjalankan aksinya saat korban tertidur di dalam kamar rumahnya.

Diam-diam tersangka masuk ke kamar korban lalu melihat-lihat handphone dan berniat mengambilnya.

Namu, setelah tersangka membuka isi kontak handphone, di dalamnya tertulis PIN ATM milik korban.

Lalu, PIN ATM dicatat oleh tersangka. Aksi selanjutnya, tersangka mengambil kartu ATM meruanya dari sebuah dompet yang ditaruh di atas meja kamar tidur.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga menerangkan, tersangka dibekuk setelah adanya laporan dari korban yang tak lain adalah mertua tersangka pada 15 November 2016.

Menurut Shino, tersangka mencuri ATM setelah mengetahui nomor PIN yang tercatat di handphone milik korban. Setelah itu, tersangka menguras uangnya hingga mengakibatkan kerugian sebesar Rp 8,7 juta.

“Kejahatan tersangka juga terekam CCTV saat melakukan penarikan uang di ATM,” jelas Shinto.

Di hadapan polisi, tersangka M Ridwan mengaku uangnya dipakai judi balap merpati yang biasa dilakukan di daerah Ploso Surabaya.

“Uangnya saya pakai berjudi merpati dan selalu kalah. Sehingga uang mertua yang saya curi dari ATM sudah habis,” aku Ridwan.

Dia mengaku, terpaksa melakukan pencurian dengan menguras isi ATM milik mertuanya, karena tidak meiliki uang. Apalagi, dirinya sudah tidak bekerja lagi setelah berhenti sebagai pegawai jaga Pemkot Surabaya.

“Penarikan ATM tidak dilakukan sekali, saya melakukan 10 kali. Jumlah uang yang ditarik bervariasi. Kadang Rp 300 ribu atau Rp 500 ribu,” aku Ridwan.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved