Breaking News:

Berita Kampus Surabaya

23 PTN di Timur Indonesia Gabung ITS Lakukan Riset tentang Energi dan Robot, ternyata ini Tujuannya

Beragam ilmu yang dikembangkan di ITS dan kondisi lingkungan di daerahnya, pihak kampusnya berencana melakukan riset gabungan dalam bidang Energi Baru

surya/sulvi sofiana
Perwakilan universitas dari Indonesia Timur berdiskusi terkait pengembangan riset dan kualitas perguruan tingginya dalam acara Presidential Forum Eastern Part of Indonesia-University Network (EPI-UNET), Kamis (17/11/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 23 perguruan tinggi negeri (PTN) di wilayah timur Indonesia bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam kolaborasi dalam bidang akademik, riset dan inovasi menjadi gagasan terbaru bagi ITS.

Hal ini digagas dalam acara Presidential Forum Eastern Part of Indonesia-University Network (EPI-UNET), Kamis (17/11/2016).

Kesempatan ini sudah dinanti para pengelola institusi di wilayah Indonesia timur. Seperti yang diungkapkan prof M Ismail Yusuf, ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Tanjungpura Pontianak.

Dengan beragam ilmu yang dikembangkan di ITS dan kondisi lingkungan di daerahnya, pihak kampusnya berencana melakukan riset gabungan dalam bidang Energi Baru dan Diperbarukan.

“Kalau energi baru, karena Kalimantan Barat banyak pulau terisolir yang punya potensi energi angin untuk dikembangkan. Apalagi kecepatan angin disana rendah, akan kami kembangkan turbin angin dengan kecepatan angin rendah agar bermanfaat,”jelasnya di sela acara yabg dilaksanakan di Rektorat ITS tersebut.

Selain itu, pihaknya juga ingin mengembangkan lagi bidang robot yang diminati mahasiswanya.

Serta melakukan pertukaran mahasiswa dan meningkatkan beasiswa dosennya di ITS. Hal senada juga diungkapkan Agung Beten, wakil Rektor Universitas Timor.

“Kampus kami baru 2 tahun negeri, kami nigin mengembangkan kualitas dosen agar bisa meningkatkan mutu ajar,” terangnya.

Namun, tidak menutup kemungkinan akan berkembang pada penelitian setelah menemukan potensi yabg sama antar jurusan kedua universitas.

Sementara itu, Rektor ITS, Prof Joni Hermana mengatakan, melalui bentuk kolaborasi ini akan mengatasi terbatasnya dana riset universitas. Serta bisa lebih bermanfaat pada lingkubgan daerahbuniversitas mitra dengan beragam keadaan alamnya.

“ITS ingin berkontribusi kepada negara antara lain dalam hal bagaimana mengajak perguruan tinggi lain untuk bisa maju secara bersama-sama. Kami ingin maju dan besar tanpa meninggalkan perguruan tinggi lain, karena itu konsep kolaborasi dan networking yang kami tawarkan dalam payung besar EPI-UNET,” tuturnya.

Joni menjelaskan, melalui kolaborasi sesungguhnya kita bisa mengakumulasi sumber daya yang terbatas menjadi lebih besar.

Dicontohkan, untuk penelitian misalnya, dengan berkolaborasi maka sumber dana dan sumber daya manusia (SDM) bisa teratasi. Bukan hanya itu hasil akhir dalam bentuk publikasi ilmiah atau jurnal juga bisa berlipat, karena dilakukan secara bersama-sama dalam topik dan SDM yang berbeda.

“Ide dasar inilah yang ingin kami bangun bersama-sama dengan 23 perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam EPI-UNET. Gagasan ini sebenarnya sudah lama terbentuk, malah semakin banyak yang ingin bergabung,” terangnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved