Berita Ekonomi Bisnis

Petani Tebu Dapat Bantuan Alat Senilai Rp 1 Miliar dari PTPN XI, ini Tujuannya

Alat berbahan bakar solar cell itu berupa pompa yang manfaatnya bisa dipakai untuk proses pengairan atau mengatur drainase di kebun tebu.

Petani Tebu Dapat Bantuan Alat Senilai Rp 1 Miliar dari PTPN XI, ini Tujuannya
surya/sri handi lestari
Menteri BUMN Rini M Soemarno menyerahkan bantuan senilai Rp 1 miliar kepada petani tebu untuk pengadaan alat berbahan bakar solar cell untuk produktivitas lahan kebun tebu, Rabu (16/11/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di sela peluncuran Kartu Tani di Pabrik Gula (PG) Asembagoes, Situbondo, Rabu (16/11/2016), Menteri BUMN Rini M Soemarno menyerahkan bantuan alat kepada petani tebu senilai Rp 1 miliar.

Dana tersebut berasal dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, untuk dimanfaatkan sebagai biaya pengadaan alat berbahan bakar tenaga matahari (solar cell).

"Dengan alat berbahan solar cell tidak memerlukan bahan bakar minyak yang cukup tinggi operasionalnya. Dengan mesin solar cell investasi awal memang mahal, tapi operasional selanjutnya bisa lebih murah," jelas Rini.

Alat berbahan bakar solar cell itu berupa pompa yang manfaatnya bisa dipakai untuk proses pengairan atau mengatur drainase di kebun tebu.

Pengaturan drainase di kebun tebu, memiliki keunggulan memberikan hasil tebu yang lebih baik dan ditarget bisa menghasilkan rendeman yang tinggi saat digiling di PG.

Petani tebu yang menerima secara simbolis bantuan itu, mengatakan, dirinya sangat berharap ada upaya peningkatan hasil kebun tebu yang lebih maksimal sehingga mendukung hasil yang mereka terima.

"Dalam kondisi lahan yang ada saat ini, dengan olahan tradisional, tebu kami kurang maksimal rendemannya. Sementara mau berganti alat modern, biaya cukup tinggi, tidak seimbang dengan hasilnya," jelas Udin, petani tebu PG Assembagoes.

Dengan teknologi solar cell diharapkan bisa memberikan hasil maksimal dengan biaya operasional yang murah.

Pihaknya siap memberikan kualitas tebu yang baik untuk digiling PG hingga bisa bernilai tinggi.

Terkait kartu tani, dalam tahap awal, ditargetkan Kartu Tani akan dibagikan kepada 31.000 petani tebu dibawah naungan BUMN produsen gula yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, X, XI dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Untuk petani tebu, data di Kartu Tani dilengkapi dengan rincian transaksi pabrik gula, termasuk jumlah rendemen (kadar gula dalam tebu) dan jumlah produksi gula. Untuk mengakses data di kartu tani, petani bisa menginstall aplikasi di smartphone dan memasukkan nomer kartu taninya atau melalui notifikasi melalui sms di handphone atau melalui ATM.

”Pada dasarnya untuk para petani tebu yang diutamakan adalah bahwa dengan adanya Kartu Tani, pabrik gula juga mengetahui data-data mengenai para petani tebu di wilayahnya yang akan menanam tebu," lanjut Rini.

Selain itu program dari dari Kartu Tani untuk para petani tebu ini juga untuk bagaimana para petani tebu ini bisa mendapatkan pinjaman yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dengan Kartu Tani yang diintegrasikan dengan perbankan ini, petani bisa menarik dana KUR untuk biaya hidup bulanan sehingga tidak harus meminjam dana ke tengkulak.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved