Breaking News:

Berita Mojokerto

Pemkot Mojokerto Terlalu Berhati-hati Tangani Pungli, Ini Pertimbangannya

Pemkot masih berkutat dengan payung hukum sehingga tim sapu bersih (saber) kemungkinan baru terbentuk akhir tahun ini.

Penulis: Sudharma Adi | Editor: Musahadah
public domain pictures
Ilustrasi pungli 

SURYA.co.id|MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto rupanya sangat berhati-hati menangani dugaan pungutan liar (pungli) di lingkungannya.

Pemkot masih berkutat dengan payung hukum sehingga tim sapu bersih (saber) kemungkinan baru terbentuk akhir tahun ini.

Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus menjelaskan, pemkot sebenarnya sudah punya surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN) dan Mendagri terkait pemetaan rawan pungli dan sosialisasi anti pungli.

"Yang jadi masalah adalah teknis pembentukan tim saber pungli. Kami harus melihat aturan yang ada di Perpres maupun Permenkopolhukam," tuturnya kepada wartawan, Rabu (16/11/2016).

Pemkot harus melihat aturan detil terkait pembentukan tim saber pungli itu di Perpres No 87/2016 tentang satuan tugas (satgas) saber pungli dan Permenko polhukam No 78/2016.

Dalam penjelasan pada dua aturan itu, pembentukan tim saber pungli melibatkan jajaran samping, seperti kepolisian.

"Kami harus hati-hati dalam pembentukan tim ini. Makanya, saat ini kami masih menggodok aturannya di inspektorat dan bagiam hukum," paparnya.

Kepala Inspektorat Kota Mojokerto Akhnan menjabarkan, pemkot berusaha secepat mungkin membentuk tim ini.

Jika aturan hukum sudah dipahami, maka pembentukan tim kemungkinan bisa dilakukan akhir tahun ini.

"Makanya, saat ini kami masih berkoordinasi dengan bagian hukum terkait payung hukumnya," tegasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved