Breaking News:

Pemprov Jatim

Pakde Karwo-Ganjar Bahas Pembangunan Pabrik Semen Kendeng

“Pertemuan ini penting buat kami agar ada kesamaan antara Jatim dan Jateng, karena memang daerahnya hampir sama."

foto:Humas Pemprov Jatim
SHARING - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Gubernur Jatim Soekarwo, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki di sela-sela rapat membahas penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) kawasan Pegunungan Kendeng, Jateng, di Kantor Gubernur Jateng, di Kota Semarang, Selasa (15/11/2016). 

SURYA.co.id | SEMARANG - Gubernur Jatim Dr H Soekarwo berbagi solusi dalam penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) kawasan Pegunungan Kendeng, Jateng, di Kantor Gubernur Jateng, di Kota Semarang, Selasa (15/11/2016).

Sharing ini sebagai titik awal pembangunan pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendeng.

Pakde Karwo menyampaikan tiga solusi. Yakni, pemerintah harus memperhatikan dampak sosial dari pembangunan di kawasan Pegunungan Kendeng itu.

Dicontohkan, Pabrik Semen Holcim di Tuban itu berada di karst 3 yang diizinkan untuk pembangunan pabrik semen.

Namun terdapat konflik sosial karena tenaga unskill-nya diambilkan dari tempat lain.

“Jadi untuk mengatasi konflik sosial seperti itu, tidak hanya dibuat KLHS saja, tapi tenaga kerja terutama yang unskill harus diambilkan dari daerah itu. Begitu tenaga kerjanya diangkat dari daerah itu dan dibangunkan SMK Khusus oleh Semen Holchim, masalah sosial itu teratasi,” ujar Pakde Karwo dalam release-nya kepada Surya.co.id.

Solusi kedua, Pakde menyampaikan bahwa Jatim telah membagi kawasan karst menjadi tiga bagian yakni karst 1, 2, dan 3.

Meskipun dalam PP No 46/2016 tidak menyebutkan pembagian karst, tetapi pembagian karst memudahkan dalam merumuskan kebijakan untuk industrialisasi di kawasan itu.

Dijelaskan Pakde, pada karst 3 boleh didirikan pabrik semen, sedangkan karst 1 tak boleh dibangun pabrik semen karena terdapat fungsi konservasi yang harus dijaga.

“Pembagian karst ini sangat penting karena dapat memberi kepastian kepada industri semen dalam menjalankan usahanya,” jelasnya

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved