Breaking News:

Berita Mojokerto

Hebat. . . Bisa Bayar Pajak dengan Sampah, Begini Caranya

Jika digunakan membayar pajak, maka petugas dari DPPKA akan keliling bank sampah untuk menarik pajak dari tabungan itu.

Penulis: Sudharma Adi | Editor: Musahadah
surya/sudharma adi
Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus saat memencet tombol sirine dalam gebyar hadiah pembayaran PBB perkotaan 2016 di Sunrise Mall, Selasa (15/11/2016). 

SURYA.co.id|MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto menggalakkan program bayar pajak dengan sampah. 

Syarat ikut program ini, warga harus menjadi anggota bank sampah dahulu. 

Sampah bisa dijual minimal Rp 4500 per kg dan hasilnya digunakan membayar pajak.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Mojokerto Amin Wachid menjelaskan, dalam penerapan program ini pemkot berusaha mengaktifkan bank sampah yang ada di tiap RT/RW.

Bank sampah ini adalah tempat menampung sampah-sampah yang dijual warga.

"Sampah yang bisa dijual adalah sampah non organik, seperti plastik dan kertas," katanya kepada wartawan, Selasa (15/11/2016).

Adapun warga yang sudah tergabung dalam bank sampah, maka mereka bisa menjualnya dengan kisaran harga termurah adalah Rp 4500 per kg dan bisa lebih mahal, tergantung harga pasaran.

Terpenting, harga itu lebih tinggi dari harga sampah yang dijual ke pemulung.

"Ini tujuannya untuk mengurangi timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Saat ini, dengan luas sekira 2,6 ha, TPA akan penuh dalam waktu 10 tahun jika tak dikurangi," tegasnya.

Terkait bayar pajak dengan sampah, hasil penjualan sampah ini akan disimpan di tabungan warga itu.

Isi tabungan bisa dipakai untuk membayar pajak. Jika digunakan membayar pajak, maka petugas dari DPPKA akan keliling bank sampah untuk menarik pajak dari tabungan itu.

"Sedangkan sampah di bank sampah itu, sebagian besar akan didaur ulang dan hanya sebagian kecil yang dijual lagi," ujarnya.

Kendala program ini, dari 18 kelurahan se-Kota Mojokerto, baru ada 43 bank sampah yang aktif.

Ada empat kelurahan yang belum memiliki bank sampah, yakni di Kelurahan Kedundung, Gununggedangan, Blootho dan Prajurit Kulon.

"Tapi kami berusaha meningkatkan sosialisasi program ini. Kami juga menargetkan pada 2019 mendatang sudah ada 100 bank sampah yang terbentuk," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved