Berita Pendidikan Surabaya

'Perkuat Masyarakat Berkonstitusi, Pembinaan Karakter Dilakukan Sejak Dini'

Untuk memperkuat masyarakat berkonstitusi, pembinaan karakter dilakukan sejak dini.

'Perkuat Masyarakat Berkonstitusi, Pembinaan Karakter Dilakukan Sejak Dini'
surya/sulvi sofiana
Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Arief Hidayat saat memberikan kuliah tamu di UPN Surabaya, Senin (14/11/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Nilai luhur bangsa Indonesia merupakan bibit dasar negara Indonesia.

Sayangnya, yang terjadi saat ini banyak penyakit distrust dan disorientasi.

Seperti orientasi masyarakat elit saja yang terus sejahtera, sedangkan lainnya tidak.

Sedangkan distrust terlihat dari berbagai pemilihan rakyat yang telah terjadi.

“Tahun 1980 minyak habis, kemudian Indonesia berusaha mengelola SDM hutan. Seluruh kayu dikelola, cuma beberapa orang yang kaya dan sejahtera darinya, bukan negara dan rakyat. Tahun1990 batu bara juga demikian, hanya beberapa orang yang punya akses yang bisa memilikinya sehingga muncul raja-raja kecil,” terang Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof Arief Hidayat dalam kuliah tamu “Wawasan Kebangsaan Untuk Meningkatkan Kesadaran Berkonstitusi” di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, Senin (14/11/2016)..

Selain mempertahankan Pancasila untuk kesejahteraan rakyat, pengaturan konstitusi juga dibutuhkan agar sumber daya alam Indonesia bisa dikelola dan didapatkan manfaatnya untuk negara dan rakyat.

Seperti aturan yang dibuat Menteri Kelautan dan Perikanan untuk menenggelamkan kapal nelayan asing yang mencuri di perairan Indonesia.

Rektor UPN Jatim, Teguh Soedarto mengungkapkan untuk memperkuat masyarakat berkonstitusi, pembinaan karakter dilakukan sejak dini.

Mulai dari memberikan pendidikan berkarakter melalui 5 mata pelajaran wajib, termasuk pendidikan bela negara yang diterapkan secara materi dan praktek.

“Semester 6 kami juga ada KKN bela negara secara tematik, juga bisa memberikan solusi bagi masyarakat untuk menyiapkan sarjana berkarakter bela negara. Agar bisa memfilter budaya nasional karena merupakan persiapan kepemimpinan ke depan,” paparnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved