Berita Kediri

Duh. . . Punkers yang Dipukuli Satpol PP Kota Kediri Ternyata Masih Anak-anak

Tiga anak punk yang menjadi korban pemukulan oknum Satpol PP Kota Kediri ternyata masih anak-anak. Usia korban masih 15 dan 16 tahun...

surya/didik mashudi
Anak-anak punk unjuk rasa meminta polisi mengusut kasus pemukulan yang dilakukan oknum Satpol PP Kota Kediri, Senin (14/11/2016). 

SURYA.co.id|KEDIRI - Tiga anak punk yang menjadi korban pemukulan oknum Satpol PP Kota Kediri ternyata masih anak-anak. Usia korban masih 15 dan 16 tahun, salah satunya perempuan.

Hal ini terungkap saat belasan anak punk berunjuk rasa di depan Kantor Pemkot Kediri, Senin (14/11/2016).

"Kami menuntut kasus kekerasan yang menimpa adik-adik punk diproses hukum. Tiga oknum Satpol PP yang melakukan kekerasan harus dipecat," kata Tomy Aribowo, saat berorasi di depan anak punk, Senin (14/11/2016).

Selain melaporkan kasus kekerasan kepada kepolisian, Tomy juga melaporkan kekerasan yang menimpa anak-anak punk ke Satgas Perlindungan Anak Kota Kediri.

"Korban kekerasan ini masih anak-anak yang mestinya harus dilindungi bukan malah dipukuli. Polisi harus segera memproses oknum Satpol PP yang melakukan pemukulan," tandasnya.

Tomy meminta supaya kasusnya tidak semakin melebar, tiga oknum Satpol PP yang bersalah harus mendapat sanksi tegas pemecatan.

"Jangan sampai gara-gara ulah tiga oknum satpol, nama Satpol PP Kota Kediri jadi jelek semua," tandas Tomy.

Selain berdemo di Kantor Pemkot Kediri, mereka juga bakal mendatangi Mapolres Kediri Kota untuk menanyakan perkembangan pengusutan kasus penganiayaan anak punk.

Anak-anak punk ini meminta ditemui Kepala Satpol PP Ali Muklis atau Kasi Trantib Nurkhamid.

Sambil menunggu ditemui pejabat, anak punk melakukan orasi dan menyanyikan lagu-lagu khas anak punk.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved