Selasa, 28 April 2026

Bom Gereja di Samarinda

Bocah 4 Tahun Korban Bom Gereja Samarinda Alami Luka Bakar Parah, Kondisinya Kritis

Sedangkan, korban meninggal mengalami luka bakar sekitar 75 persen dan dua korban lainnya mengalami luka bakar sekitar 16 persen.

tribun kaltim/christopher d
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy menenangkan ayah Intan Olivia, bocah korban bom gereja saat berada di ruang jenazah RSUD AW Syahranie, Samarinda, Senin (14/11/2016) 

SURYA.co.id | SAMARINDA - RSUD AW Syahranie akan mengambil alih semua perawatan korban bom di Gereja Oikeumene, Samarinda, Minggu (13/11/2016) pagi kemarin.

Saat ini yang dirawat di rumah sakit milik Pemprov Kaltim itu adalah Trinity Hutahaya (4).

Sebelumnya, korban meninggal Intan Olvia Marbun (2), juga dirawat di RS tersebut.

Sedangkan korban lainnya masih berada di Rumah Sakit IA Moies, yakni Alvaro Aurelius (4) dan Anita Kristobel (2).

Direktur RSUD AW Syahranie, dr Rachim Dinata menjelaskan, Trinity mengalami luka bakar serius sekitar 50 persen dan kondisinya masih kritis.

Sedangkan, korban meninggal mengalami luka bakar sekitar 75 persen dan dua korban lainnya mengalami luka bakar sekitar 16 persen.

"Korban meninggal dan korban lainnya mengalami luka bakar yang cukup parah, selain itu paru-paru mereka juga mengalami gangguan karena menghirup asap maupun zat saat terjadi ledakan," kata dia, Senin (14/11/2016).

Pihaknya pun telah membentuk tim untuk penanganan korban-korban, di antaranya terdapat spesialis bedah plastik, dokter umum, anastesi, ahli anak dan perawatan intensif.

Sementara itu, semua biaya perawatan ditanggung pemerintah.

Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, dalam kunjungan ke RSUD AW Syahranie.

"Semua biaya ditanggung pemerintah dan rumah sakit akan tangani ini full tim," tutur Muhadjir Effendy.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved