Berita Bisnis

Hendak Pergi ke India? Sebaiknya Tukar Mata Uang Rupee di Sana, Ini Alasannya

Untuk mengganti mata uang yang ditarik dari peredaran, Pemerintah India telah menyediakan mata uang Rs. 500 dan Rs. 2000 cetakan baru.

Hendak Pergi ke India? Sebaiknya Tukar Mata Uang Rupee di Sana, Ini Alasannya
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi uang 

SURYA.co.id | MUMBAI - Warga negara Indonesia (WNI) yang ingin bepergian ke India diimbau tidak menukar mata uang Rupee (Rs) di Indonesia untuk menghindari uang palsu serta adanya kebijakan baru menarik pecahan 500 dan 1.000 oleh pemerintah setempat.

"Dengan adanya kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah India maka ada baiknya kalau mau menukar rupee di India saja," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk India Rizali Wilmar Indrakesuma kepada pers di Mumbai, Sabtu (12/11/2016).

Dubes Wilmar berada di Mumbai untuk menghadiri Expo Indonesia 2016 sebagai ajang promosikan potensi perdagangan, investasi, dan pariwisata.

Menurut dubes, Perdana Menteri India Shri Narendra Modi pada 8 November 2016 mengumumkan kebijakan untuk menarik pecahan mata uang Rs. 500 dan Rs. 1000 dari peredaran di masyarakat.

Kebijakan ini berlaku efektif tanggal 9 November 2016 dengan pengertian mata uang Rs. 500 dan Rs. 1000 cetakan lama tidak berlaku dan tidak memiliki nilai di pasaran.

Untuk mengganti mata uang yang ditarik dari peredaran, Pemerintah India telah menyediakan mata uang Rs. 500 dan Rs. 2000 cetakan baru yang dapat diperoleh melalui bank atau kantor pos di wilayah India mulai tanggal 10 November 2016.

"Kebijakan Pemerintah India tersebut ditujukan untuk melawan peredaran black money, menghentikan peredaran mata uang palsu, menghentikan aliran dana untuk kegiatan terorisme dan melawan korupsi di India," kata Dubes Wilmar.

Untuk warga negara Indonesia (WNI) yang sudah terlanjur memiliki RS. 500 dan RS. 1000 lama, pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan penukaran mata uang pecahan baru Rs. 500 dan Rs. 2.000 dapat dilakukan di bank atau kantor pos mulai tanggal 10 November 2016 dengan mengisi formulir pendaftaran serta melampirkan kartu tanda pengenal.

"Penukaran uang baru pun dibatasi hanya Rs. 4.000 per hari," kata dubes.

Dikatakan, untuk minggu pertama, Pemerintah akan membatasi penarikan mata uang baru dari rekening di bank sebesar Rs. 10.000 per hari dan Rs. 20.000 per minggu. Selanjutnya, jumlah penarikan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved