Kasus Dahlan Iskan

Pemeriksaan Dahlan Iskan Dihentikan, Tensinya Naik

"Pemeriksaan dihentikan karena tensi darah Pak Dahlan naik, 170 dibanding 110," ujar Imam Syafi'i, salah satu pendamping Dahlan kepada Surya (TRIBUNne

Pemeriksaan Dahlan Iskan Dihentikan, Tensinya Naik
surya/anas miftakhutadin
Disela-sela pemeriksaan, Dahlan Iskan usai menjalankan shalat Jumat di Masjid Polda Jatim, Jumat (11/11/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemeriksaan mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan terkait dugaan korupsi cetak sawah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri di Subdit Tipidkor Polda Jatim, terpaksa dihentikan.

Penghentian pemeriksaan Dahlan sebagai saksi, karena kondisi mantan Dirut PT PLN itu tensi darahnya naik.

"Pemeriksaan dihentikan karena tensi darah Pak Dahlan naik, 170 dibanding 110," ujar Imam Syafi'i, salah satu pendamping Dahlan kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Dalam pemeriksaan kedua ini, Dahlan datang sekitar pukul 09.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Pemeriksaan sempat break saat shalat Jumat.

Dahlan yang mengenakan baju lengan panjang biru shalat Jumat di Masjid Polda Jatim. Usai menjalankan shalat, mantan Dirut PT PWU enggan berkomentar.

Ketika ditanya apakah Pak Dahlan menjadi target dalam kasus cetak sawah? Ia hanya melempar senyum dan terus berjalan menuju gedung Ditreskrimsus Subdit Tipidkor.

Sehabis shalat Jumat, pemeriksaan dilanjut lagi. Namun kondisi Dahlan mengeluh sakit.

Tim dokter kesehatan Rumah Sakit (Rumkit) RS Bhayangkara memeriksa kesehatan Dahlan dan hasilnya sakit sehingga pemeriksaan dihentikan.

Sebelumnya, Dahlan saat diperiksa sebagai tersangka di Kejati Jatim terkait dugaan korupsi aset PT PWU tensi darahnya juga tinggi. Pemeriksaan pun dihentikan karena berpotensi stroke.

Dahlan sendiri tengah dibelit tiga kasus dugaan korupsi. Pertama, korupsi aset PT PWU yang nota bene BUMD Pemprov Jatim ditangani Kejati Jatim.

Halaman
123
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved