Berita Surabaya

Di Jl Urip Sumoharjo dan Basuki Rahmat Banyak Pengendara Bandel Langgar Rambu Lalu Lintas

Mereka dengan seenaknya menghentikan mobil dan motor di area yang seharusnya steril dari kendaraan stop.

Di Jl Urip Sumoharjo dan Basuki Rahmat Banyak Pengendara Bandel Langgar Rambu Lalu Lintas
surya/fatkhul alami
Mobil ini melanggar laranga parkir di Jl Urip Sumoharjo, Jumat (11/11/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kedisiplinan pengguna kendaraan di Surabaya untuk menaati rambu lalu lintas yang dipasang Dinas Perhungan (Dishub), masih memprihatinkan. Buktinya pelanggaran masih banyak dijumpai di beberapa titik di Kota Pahlawan.

Seperti rambu dilarang parkir dan dilarang berhenti di sepanjang Jl Urip Sumoharjo dan Basuki Rahmat.

Rambu tersebut banyak dilanggar penggendara, baik kendaraan roda empat dan sepeda motor.

Para pengemudi terlibat acuh dan nekat melakukan pelanggaran. Mereka dengan seenaknya menghentikan mobil dan motor di area yang seharusnya steril dari kendaraan stop.

Di Jl Urip Sumoharjo, rambu yang terpasang adalah larangan parkir mulai pukul 06.00 Wib – 09.00 Wib.

Rambu terlihat jelas di sisi kiri setelah jembatan penyebrangan jalan tersebut. Pada pagi hari, memang terlihat belum ada kendaraan ‘berani’ parkir.

Tapi, setelah pukul 08.00 Wib hingga mendekati pukul 09.00 Wib, kerap ada kendaraan yang pakrir. Baik mobil pribadi atau taxi tidak mengindahkan rambu.

“Saya heran, sudah ada rambu lalau lintas larangan tidak boleh parkir pada jam tertentu, tapi masih ada yang melanggar,” ucap Bambang, salah satu Kelurahan Tegalsari, Surabaya ini.

Ia berharap, pemilik kendraan yang parkir atau berhenti seenaknya mau menaati aturan rambu lalu lintas.

Lantaran jalan kawasan Urip Sumoharjo dan Basuki Rahmat sangat padat dan rawan macet setiap hari. Apalagi, saat jam sibuk seperti pagi hari dan sore hari saat para karyawan atau pegawai pulang kerja.

“Petugas Dishub (Dinas Perhubungan) atau pihak berwenang, juga harus sering melakukan patroli dan tindakan. Jika memang melanggar, ya beri sanksi,” harap Bambang.

Di Jl Basuki Rahmat, situasinya juga nyaris sama, banyak terjadi pelanggaran.

Mobil dan motor banyak yang berhenti di pinggir jalan. Padahal, kawasan itu terlihat jelas rambu larangan berhenti.

Kendaraan berhenti sesukanya sendiri kerap ditemui di dekat salah sebuah hotel di Jl Basuki Rahmat. Pelanggaran juga sering ditemui di dekat Tunjungan Plasa yang memang banyak dikunjungi warga Surabaya.

“Jalan (Basuki Rahmat) sudah macet, jadi makin macet karena kendaraan berhenti di pinggir jalan,” kata Toni, seorang karyawan swasta yang setiap hari melintasi Jl Basuki Rahmat.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved