Berita Situbondo

Petani Situbondo Kelimpungan, Rendemen Tebu Rendah Karena Kondisi Ini

"Untuk PG Asembagus rendemennya saat ini 6.9. Mungkin PG yang lain 5.2 atau 5.4, itu tergantung sebab setiap hari rendemen berubah-ubah," katanya.

Petani Situbondo Kelimpungan, Rendemen Tebu Rendah Karena Kondisi Ini
kompas.com
Ilustrasi petani tebu mengangkut hasil panenannya. 

SURYA.co.id|SITUBONDO - Rendemen tebu (kadar kandungan gula di dalam batang tebu) yang dihasilkajn petani Situbondo menurun drastis.

Kondisi ini menyebabkan petani mengalami kerugian cukup besar. 

Yasin, seorang petani mengatakan, meruginya para petani tebu itu karena biaya produksi tebu terlalu tinggi sementara rendemen rendah.

"Turunnya rendemen cukup besar, sekitar 40 persen dari tahun sebelumnya," kata mantan direktur Perusda Banongan kepada SURYA Online.

Menurutnya, pendapatan tebu petani ditentukan tinggi rendah rendemen.

"Dengan Rendemen 7 saja petani sudah tidak untung dan rugi," tukasnya.

ADM PG Asembagus, Ahmad Barnas mengatakan, hujan mengakibatkan turunnya rendemen.

"Untuk PG Asembagus rendemennya saat ini 6.9. Mungkin PG yang lain 5.2 atau 5.4, itu tergantung sebab setiap hari rendemen berubah-ubah," katanya.

Dia berkeinginan musim giling waktunya pendek dan tebu petani tergiling semua.

"Kami berharap waktu giling dimulai bulan 7 sampai minggu ketiga bulan 10. Jadi rendemen tebu bagus dan terus naik," kata Ahmad Barnas.

Ahmad Barnas tidak membantah rendahnya rendemen akan sangat berdampak terhadap penghasilan petani.

Penulis: Izi Hartono
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved