Berita Ponorogo

Mangkir Lagi, Kejari Ponorogo Ancam Jemput Paksa Mantan Wabup Ponorogo

"Dalam waktu dekat. Ya sesuai SOP,tahapan-tahapnnya sudah jelas, setelah melalui proses pemangilan, maka akan dijemput paksa atau dimasukan dalam DPO,

Mangkir Lagi, Kejari Ponorogo Ancam Jemput Paksa Mantan Wabup Ponorogo
surya/rahadian bagus
Kasi Intel Kejari Ponorogo, Iwan Winarso, menemui pengunjuk rasa di depan kantor Kejari Ponorogo, Kamis (10/11/2016) siang 

 SURYA.co.id | PONOROGO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo dalam waktu dekat akan segera mengambil langkah tegas terhadap mantan Wakil Bupati Ponorogo Yuni Widyaningsih yang kini berstatus tersangka.

Langkah tegas yang dimaksud yakni, penetapan tersangka dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau melakukan upaya penjemputan paksa.

"Dalam waktu dekat. Ya sesuai SOP,tahapan-tahapnnya sudah jelas, setelah melalui proses pemangilan, maka akan dijemput paksa atau dimasukan dalam DPO," kata Kasi Intel Kejari Ponorogo, Iwan Winarso kepada Surya (TRIBUNnews.com Network) Kamis (10/11/2016) siang.

Ia menampik jika Kejari Ponorogo sengaja menunda pemeriksaan terhadap Ida. Pasalnya, sejumlah warga Ponorogo menilai Kejari Ponorogo terkesan tebanv pilih.

"Tidak ada kesengajaan, murni ini teknis,"kata Iwan.

Sebelumnya, penasihat hukum Ida, Indra Priangkasa mendatangi Kantor Kejari pada, Rabu (27/10/2016) sekitar pukul 15.00.

Kedatangannya ke kantor Kejari ditemui Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Ponorogo, Happy Al Habiebie. Secara lisan, ia menyampaikan bahwa kliennya sedang sakit.

Namun, pada saat itu pengacara Ida tidak membawa surat keterangan dokter atau medical chek up yang membuktikan bahwa kliennya memang benar sedang sakit.

Saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp Indra Priangkasa tidak membalas. Begitu juga ponselnya dalam kondisi tidak aktif.

Diberitakan sebelumnya, Ida sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan tahun 2012 dan 2013 senilai Rp 8,1 miliar.

Sejak ditetapkan tersangka 2014 silam hingga saat ini, Tim Penyidik Kejari Ponorogo belum pernah berhasil memeriksa Ida.

Sudah tiga kali, Tim Penyidik Kejari Ponorogo melayangkan surat panggilan terhadap Ida, namun ia tidak pernah datang.

Terakhir, pada Rabu (26/10/2014) Tim Penyidik Kejari Ponorogo mendatangi rumah tersangka dan beberapa tempat usaha milik Ida namun tidak ditemukan.

Pemanggilan Ida oleh Tim Penyidik Kejari Ponorogo, guna kepentingan penyerahan tahap kedua berupa barang bukti dan tersangka dari penyidik ke penuntut umum. Sebab, berkas tersangka Ida dalam kasus ini sudah dinyatakan lengkap atau P21.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved