Berita Surabaya

Dongkrak Prestasi Bulutangkis, PBSI Pengprov Jatim Terapkan Sportscience

"Metode ini merupakan pemantauan secara fisiologis untuk para atlet kelompok Taruna yang memasuki babak 16 besar. Namun tidak menutup kemungkinan kelo

antara/widodo s jusuf
Pemain bulu tangkis Indonesia berlatih di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Bulu Tangkis di Pusat PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (25/2/2015). PP PBSI menyiapkan para pemain bulu tangkis Indonesia untuk menghadapi berbagai ajang turnamen internasional seperti All England 2015, Swiss Open 2015 dan SEA Games ke-28 Singapura 2015. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Untuk memantau kondisi para atlet selama gelaran Kejuaraan Bulutangkis Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur 2016 yang digelar 7-11 Nopember 2016 di GOR Sudirman Surabaya,panitia penyelenggara bekerjasama dengan PBSI Jatim memantau para atlet dengan menerapkan metode sportscience.

Bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan Unesa Surabaya, Panitia memantau kondisi sosiologi dan fisiologis pemain selama bertanding.

Hal ini merupakan upaya agar para atlet lebih gampang untuk dibina terkait dengan proses pembibit atlet dari daerah.

"Metode ini merupakan pemantauan secara fisiologis untuk para atlet kelompok Taruna yang memasuki babak 16 besar. Namun tidak menutup kemungkinan kelompok remaja juga akan kami berikan metode yang sama," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengprov PBSI Jatim Koko Pambudi kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Kamis (10/11/2016).

Metode ini bekerja melalui denyut nadi para atlet yang dicatat sebelum bermain, pasca bermain dan proses pemulihan usai bertanding.

Dari hasil riset tersebut, akan terbentuk database fisiologis pemain. Nantinya setelah itu dapat diketahui program atau materi pelatihan yang layak diperoleh setiap pemain.

"Dari perhitungan tersebut secara keseluruhan diperoleh kesimpulan speed dan endurancenya. Hasil ini kita kirim ke pelatih sebagai bahan evaluasi para pelatih. Bisa dipantau kelebihan-kekurangan atlet untuk menentukan porsi latihannya," jelas Koko.

Pengprov PBSI memastikan proses survei ini tak akan mengganggu kefokusan dan permainan peserta Kejurprov.

Sementara itu, Ketua umum Pengprov PBSI Jatim Wijanarko Adi Mulya menuturkan bahwa pihaknya mendukung metode ini.

Menurutnya sudah saatnya Bulutangkis Jatim memanfaatkan kemajuan teknologi atau sportscience untuk menarik prestasi para atlet Jatim.

"Setelah kami pantau metode ini dapat membantu para atlet dan pelatih karena basis Iptek ini sudah sukses diterapkan di sejumlah olahraga lain," tutupnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Dya Ayu
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved