Citizen Reporter
Belajar dari Koran Surya
bagaimana Harian Surya menyiasati zaman agar bisa bertahan? mari belajar dari Koran Surya yang tahun 2016 ini genap berusia 27 tahun...
Reportase : Eko Prasetyo
Pegiat literasi/jurnalis/alumnus S-2 Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo Surabaya
fb.com/eko prasetyo
TIDAK sedikit orang yang memprediksi bahwa masa depan koran cetak tinggal menunggu waktu. Pendapat tersebut didasarkan pada fakta tumbangnya beberapa koran. Tetapi, masih banyak pula pihak yang optimistis bahwa koran cetak di Indonesia masih tetap ada walaupun era digital terus berkembang.
Hal itu menjadi topik diskusi di komunitas Griya Literasi Sidoarjo, Senin (7/11/2016). Diskusi rutin tersebut menghadirkan Yohanes, praktisi media, sebagai narasumber. Pria asal Bekasi itu mengatakan, keberadaan media sosial memang tidak terelakkan. ”Sehingga akses informasi menjadi lebih cepat dan mudah diperoleh masyarakat. Ini merupakan suatu keniscayaan. Namun, hal ini bukan berarti media cetak tidak dibutuhkan lagi,” tuturnya.
Ia mencontohkan radio. ”Dulu orang menyangka bahwa radio akan mati seiring dengan pesatnya teknologi informasi dan perkembangan media digital. Toh, sampai sekarang radio masih memiliki penggemar. Misalnya, orang yang berkendara di jalan tol masih menyetel radio untuk mendapat informasi seputar arus lalu lintas di daerah tertentu,” ujar pria 36 tahun itu.
Menurut dia, kuncinya adalah upaya konvergensi media. Dalam hal ini, Harian Surya menjadi contoh yang baik. Misalnya, berita tercepat bisa diakses melalui Surya Online, sedangkan berita-berita yang lebih mendalam dapat dibaca di koran Surya. ”Rubrik Citizen Reporter Surya itu juga merupakan salah satu upaya konvergensi media yang sangat bagus yang dilakukan Harian Surya,” jelasnya.
Sebab, masyarakat awam memperoleh edukasi dan informasi pengetahuan secara berimbang. Rubrik Citizen Reporter membuka pintu bagi mereka yang berminat menjadi jurnalis warga. Bahkan, editornya selalu terbuka dalam hal berbagi ilmu dan pengalaman kepada para penulis pemula.
Konvergensi media, menurut Yohanes, merupakan upaya yang ideal untuk mempertahankan eksistensi sebuah media, termasuk surat kabar cetak.
”Selain bisa berbasis komunitas, konvergensi media tentu menuntut kreativitas dan inovasi yang terus-menerus agar media tersebut tetap mendapat tempat di hati pembacanya,” jelasnya.
Diskusi itu ditutup dengan kegiatan silent reading atau membaca senyap buku-buku yang sudah disediakan.
”Diharapkan diskusi ini memberikan wawasan dan menjaga motivasi anggota komunitas untuk tetap berkarya,” pungkas Prasetyo, Ketua Griya Literasi Sidoarjo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/koran-surya_20161109_190145.jpg)