Berita Jatim
Organda: Pelarangan Truk Melintas Pandaan - Malang Tak akan Lancarkan Arus
"Saat weekend Pandaan-Malang tetap akan macet," reaksi Ketua Organda Angkutan Barang Perak, Kodi, Selasa (8/11/2016).
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Semua pihak termasuk perwakikan pengusaha dan organda angkutan barang Perak dipertemukan.
Bersama polisi dan Dishub, mereka menggelar sosialisasi larangan angkutan barang melintas di jalur Pandaan-Malang.
Namun, diyakini bahwa pembatasan jam operasi angkutan barang atau truk itu tak akan membawa pengaruh berarti.
"Saat weekend Pandaan-Malang tetap akan macet," reaksi Ketua Organda Angkutan Barang Perak, Kodi, Selasa (8/11/2016).
Pria ini menyebutkan bahwa volume kendaraan yang begitu tak terkendali yang bikin macet. Saat ini semua orang ingin naik mobil sendiri.
Kecuali semuanya mau beralih ke tranaportasi massal. Kemacetan bisa dihindari karena volume kendaraan akan berkurang.
"Kami pun bisa memahami jam operasi kami dibatasi," kata Kodi.
Dia mencontohkan saat long weekend atau Lebaran kemarin. Meski sudah ada larangan truk melintas tetap saja jalur itu macet.
Saat ini ada ratusan truk yang keluar masuk ke jalur Pandaan-Malang.
Mereka ada yang menuju Malang dan ada yang meninggalkan Malang.
Ada kecenderungan gerak mereka melamban saat ditanjakan.
Inilah salah satu pemicu macet, tetapi yang paling menjadi penyebab utama macet adalah terlalu banyak kendaraan.
"Kadang ada yang parkir di bahu jalan ini juga memperparah," tambah Kodi.
Khusus pembatasan jam operasi itu, Kodi bisa menerima.
Apalagi pembatasannya hanya enam jam dan bukan pada jam sibuk.
Yakni dilarang beroperasi hanya Jumat, Sabtu, Minggu, pukul 15.00 sampai 21.00.
"Kalau sudah tahu pasti sopir bisa memprediksi bahwa sampai di jalur Pandaaan-Malang jangan sampai melintas di jam terlarang," lanjut Kodi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-pasuruan-jalan-raya-pandaan-taman-dayu_20161108_201403.jpg)