Berita Jatim
Berikut Latar Belakang Pelarangan Truk Melintas Jalur Pandaan - Malang
Di jalur itu juga banyak pasar tumpah sehingga banyak kendaran bongkar muat. Ada pasar Purwosari, Lawang, hingga Singosari.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Ruas jalan di sepanjang Pandaan-Malang dipastikan macet saat weekend. Volume kendaraan ini memenuhi jalur utama Pandaan itu hingga Karanglo dan Malang Kota.
Kepala Dishub dan LLAJ Jatim Wahid Wahyudi mengakui bahwa kemacetan di ruas jalan itu sudah di luar nalar.
"Makanya kami mengusulkan truk dilarang melintas saat weekend. Dan disetujui," kata Wahid.
Dia menjelaskan bahwa volume kendaraan saat weekend di ruas jalan Pandaan-Malang dan jalan sebaliknya selalu padat. Sementara tol Pandaan-Malang belum selesai.
Di ruas jalan utama itu tak ada jalur alternatif untuk memecah volumen kendaraan. "Ada rencana jalan penghubung Sukorejo-Batu namun masih proses penyediaan lahan," kata Wahid.
Topografi jalan yang menanjak dan menurun memicu kemacetan. Apalagi jika ada truk. Jalur ini pula kerap terjadi kecelakaan.
Di jalur itu juga banyak pasar tumpah sehingga banyak kendaran bongkar muat. Ada pasar Purwosari, Lawang, hingga Singosari.
Wahid menuturkan bahwa pihaknya lima kali insentif rapat koordinasi di forum lalu lintas. Muncul SK Gubernur terkait pembatasan angkutan barang di weekend.
"Karena Pandaan-Malang adalah ruas jalan nasional makanya muncul Peraturan Manteri," tandas Wahid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-pasuruan-jalan-raya-pandaan-taman-dayu_20161108_201403.jpg)