Berita Pasuruan

BREAKING NEWS - Satu Mahasiswi UGM Dinyatakan Meninggal dalam Kecelakan Mobil Masuk Jurang

"Saya dapat dari anggota, yang bersangkutan meninggal dunia di rumah sakit setelah mendapatkan perawatan medis," katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com

BREAKING NEWS - Satu Mahasiswi UGM Dinyatakan Meninggal dalam Kecelakan Mobil Masuk Jurang
surya/galih lintartika
NAHAS : Sebuah mobil yang dikemudikan dan berpenumpang mayoritas anak muda mengalami kecelakaan dan mobil mereka masuk ke dalam jurang sedalam 200 meter lebih. 

 SURYA.co.id | PASURUAN - Satu mahasiswi Universitas Gajah Mada (UGM) yogjakarta yang menjadi korban kecelakaan tunggal di Jalan Dusun Sugro, Desa Andonosari, Kecamatan Nongkojajar, Pasuruan , Sabtu (5/11/2016) siang, Rika Vionita (24) dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Bangil, sabtu malam.

Rika merupakan satu dari delapan penumpang mobil Toyota Avanza Nopol N 1089 GX yang masuk ke dalam jurang dengan kedalaman lebih dari 200 meter.
Informasi ini pun dibenarkan Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Evon Fitrianto.

Kepada Surya, Evon mengatakan, dari delapan korban, ada salah satunya yang dinyatakan meninggal dunia yakni atas nama Rika Vionita.

"Saya dapat dari anggota, yang bersangkutan meninggal dunia di rumah sakit setelah mendapatkan perawatan medis," katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Dia menjelaskan, pihaknya sudah memberikan informasi ke teman, dan universitas yang bersangkutan terkait kabar duka ini.

"Sudah saya sampaikan, informasinya jenazah korban akan langsung dibawa pulang ke yogjakarta," imbuhnya.

Ditanya lebih jauh atas luka yang dialami korban, Evon mengaku belum menerima salinan diagnosa dari pihak rumah sakit. Ia enggan menduga - duga penyebab kematian korban ini.

"Saya belum menerima datanya. Yang jelas, korban ini mengalami luka yang cukup parah dan terlalu banyak mengeluarkan darah," tandasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Sementara itu, Evon mengungkapkan, dalam pemeriksaan sementara diduga mobil ini terjun ke jurang akibat remnya blong.

Keterangan itu diperolehnya dari beberapa korban yang ada di dalam mobil tersebut. Bahkan, rem sudah terasa ngeblong saat turun dari kawasan Gunung Bromo.

"Katanya dari atas (kawasan Gunung Bromo) rem mobil sudah tidak bisa dikendalikan sebelum akhirnya ngeblong. Tapi kami harus kroscek dulu kebenarannya apakah memang rem blong atau tidak," terangnya.

Selain itu, dikatakan Evon, ada indikasi sopir ini kurang memahami medan jalan yang akan dilaluinya. Sehingga, saat di lokasi kejadian, sopir gugup dan tidak bisa mengendalikan laju mobilnya. "Kami masih akan dalami itu," pungkasnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved