Berita Bangkalan Madura

Tangkapan Ikan Tongkol Membludak, Nelayan Sepulu Bangkalan Butuh Tempat Penampungan

Keinginan para nelayan mempunyai TPI tak lepas dari membludaknya hasil tangkapan ikan tongkol.

Tangkapan Ikan Tongkol Membludak, Nelayan Sepulu Bangkalan Butuh Tempat Penampungan
surya/ahmad faisol
Perahu sederhana nelayan Bangkalan tengah melaut di perairan sekitar Pulau Karang Jamuang, Minggu (5/4/2015). 

SURYA.co.id I BANGKALAN - Para nelayan Desa/Kecamatan Sepulu mendesak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bangkalan membuatkan Tempat Penampungan Ikan (TPI) di sekitar pesisir sebagai tempat singgah sementara hasil tangkapan sebelum dijual ke pedagang.

Keinginan para nelayan mempunyai TPI tak lepas dari membludaknya hasil tangkapan ikan tongkol.

Dalam sekali melaut, satu nelayan bisa mendapatkan 200 ikan tongkol berukuran kecil.

"Kalau sudah musim ikan, sekali melaut bisa mendapatkan 200 lebih ikan tongkol kecil. Sementara jumlah total nelayan sekitar 200 orang," ungkap Kepala Desa Sepulu H Mahmud, Selasa (1/11/2016).

Ia menjelaskan, keinginan memiliki TPI pernah disampaikan para nelayan ke DKP Bangkalan beberapa tahun yang lalu. Termasuk kebutuhan alat tangkap modern. Namun hingga kini, belum ada tanggapan.

"Selama ini para nelayan masih menggunakan alat tangkap tradisional berupa jaring manual dan pancing tunda," tandasnya.

Sementara itu, Kepala BKP Kabupaten Bangkalan menyatakan,  TPI di Desa Sepulu memang layak dibangun.

Namun, kendala yang ada hanyalah masalah jarak yang terlalu dekat dengan TPI Desa Banyusangkah, Kecamatan Tanjung Bumi.

"Pembangunan TPI emang tidak bergantung pada jumlah hasil tangkapan para nelayan. Untuk sementara, pakailah TPI di Banyusangkah. Di situ bisa menampung ikan tangkapan nelayan dari mana saja," kata Budi Utomo.

Selain terkendala jarak antar TPI, pembangunan TPI baru juga membutuhkan anggaran besar untuk pembebasan lahan dan pembangunan gedung TPI. Ia menaksir, kebutuhan anggaran bisa mencapai Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar.

"Malah nanti muncul persaingan. Itu yang kami khawatirkan. Justru kami ingin membangun TPI di Kecamatan Kwanyar, seperti di Desa Pesanggrahan. Tapi masih terkendala anggaran," ujarnya.

Ia menambahkan, sejatinya pembangunan TPI baru menjadi bisa menjadi buah simalakama. Pasalnya, hasil pantaian DKP, hasil tangkapan nelayan langsung disetor ke pengepul ikan.

"Jadi tidak ada restribusi yang masuk ke PAD (Pendapatan Asli Daerah). Di Bayusangkah seperti itu, ikan tidak mampir ke TPI tapi langsung dibawa keluar," pungkasnya.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved