Pemprov Jatim
Dana Kopwan di Jatim Berkembang jadi Rp 900 Miliar, Apa Dampaknya?
Hingga tahun 2011 lalu, total anggaran APBD Jatim yang digerojokkan sebesar Rp 400 miliar untuk 8.506 unit Kopwan di 38 kabupaten/kota.
Penulis: Mujib Anwar | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Hingga tahun 2011 lalu, total anggaran APBD Jatim yang digerojokkan sebesar Rp 400 miliar untuk 8.506 unit Kopwan di 38 kabupaten/kota.
Nah, lima tahun kemudian, dana tersebut saat ini telah berkembang menjadi Rp 900 miliar.
"Perkembangan dana koperasi lebih dari 100 persen ini luar biasa," ujar Kepala Seksi Pembiayaan Jasa Keuangan Dinas Koperasi dan UMKM Jatim Sutarto, Senin (31/10/2016).
Dengan perkembangan tersebut, dana APBD, kata Sutarto, ternyata mampu menjadi stimulus untuk menggerakkan perekonomian di masyarakat bawah melalui koperasi.
"Ini penting, sebagai upaya menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional," terangnya.
Manfaat lainnya, saat ini, banyak di antara masyarakat Jatim yang tidak lagi terjerat oleh keberadaan bank tithil yang menawarkan pinjaman dengan bunga mencekik, alias lintah darat.
"Sebagai gantinya, masyarakat bisa pinjam di koperasi," tegasnya.
Kata Sutarto, saat ini jumlah koperasi di Jatim mencapai 31.000. Lewat Kementrian Koperasi dan UKM, pemerintah akan melakukan revitalisasi untuk meningkatkan kualitas koperasi di Indonesia.
Caranya, setelah dilakukan pendataan dan analisa, puluhan ribu koperasi tersebut akan diklasifikasi dan diberi peringkat berdasar capaian kinerja dan nilai aset yang dimiliki.
"Data hasil pemetaan tersebut nantinya akan diserahkan ke bank, mana yang bisa diberi kredit dan mana yang tidak," pungkas Sutarto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-duit-money-neraca-suap-korupsi-koin-rupiah-inflasi_20160401_184948.jpg)