Senin, 13 April 2026

Berita Lamongan

Anomali Cuaca, Seluruh Puskesmas di Lamongan Diperintahkan Siaga DBD

“Terjadinya anomali cuaca serta musim penghujan merupakan masa subur berkembangbiaknya nyamuk, terutama nyamuk Aedes Aegypti yang dapat menyebabkan...

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Musahadah
http://jabar.tribunnews.com/
Nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah 

SURYA.co.id lLAMONGAN - Mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD), Dinas Kesehatan Lamongan memerintahkan seluruh jajarannya untuk waspada.

Itu terutama karena adanya anomali cuaca yang dikhawatirkan bisa meningkatkan penyebaran nyamuk.

Kepala Dinas Kesehatan Fida Nuraida didampingi Kabag Humas dan Infokom, Sugeng Widodo, Senin (31/10/2016) mengungkapkan, imbauan itu sudah ditindak lanjuti dengan  mengirimkan surat edaran kepada seluruh Kepala Puskesmas perihal Kewaspadaan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit DBD sejak 18 Oktober 2016.

“Terjadinya anomali cuaca serta musim penghujan merupakan masa subur berkembangbiaknya nyamuk, terutama nyamuk Aedes Aegypti yang dapat menyebabkan KLB Demam Berdarah,"kata Fida.

Diharapkan kepada seluruh Kepala UPT Puskesmas untuk mengambil langkah-langkah antisipasi mencegah DBD.

Menurutnya, ada sejumlah langkah yang diambil untuk mewaspadai KLB penyakit DBD. Yakni memutus mata rantai penyebaran nyamuk dengan melakukan kerja bakti gerakan 3 M (menutup, menguras, mengubur).

Kemudian melakukan kerjasama lintas sektoral dengan mengaktifkan serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemberantasan jentik nyamuk.

Selanjutnya apabila terjadi kasus DBD, petugas harus segera melaporkan dalam waktu 1 x 24 jam ke Dinas Kesehatan untuk ditindaklanjuti.

“Agar pelaporan ini lebih cepat, bisa langsung dilakukan via telepon lewat nomor yang sudah kami cantumkan di surat tersebut, “ungkapnya.

Sampai dengan saat ini, Dinas Kesehatan Lamongan sudah menyiapkan 406 kilogram bubuk abate, sebanyak 170 kilogram diantaranya sudah didistribusikan ke seluruh puskesmas untuk diteruskan ke desa-desa secara gratis. Selain itu juga telah melakukan fogging di 183 titik positif DBD.

Terkait perkembangan DBD di Lamongan, sampai dengan Oktober 2016, jumlah kasus yang tercatat ada sebanyak 479 kasus.

Kasus tertinggi di Puskesmas Lamongan sebanyak 51 kasus, kemudian Puskesmas Karanggeneng 48 kasus dan Puskesmas Mantup ada 30 kasus.

Kasus DBD tertinggi terjadi pada bulan Februari sebanyak 99 kasus dan trennya semakin menurun  hingga di Bulan Oktober hanya terjadi 6 kasus.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved