Breaking News:

Berita Magetan

8 Penyidik KPK Berkeliling Magetan, Terkait Kasus Korupsi?

Delapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlihat berkeliling Kabupaten Magetan.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Musahadah
surya/doni prasetyo
Delapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuruni tangga ke luar dari ruang Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan Siswanto, Senin (31/10/2016). 

SURYA.co.id I MAGETAN - Delapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlihat berkeliling Kabupaten Magetan.

Sebagian besar penyidik kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM). yang melibatkan Wali Kota Madiun Bambang Irianto.

Delapan penyidik KPK itu mengendarai mobil MPV (kendaraan serbaguna/station) warna hitam dan putih dengan nomor Polisi (Nopol) AE 1175 EO dan AE 1289 EN.

Saat dicegat keluar dari kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan, ke delapan anggota tim KPK itu tidak satu pun yang mau memberikan jawaban.

Ketika Surya Online membuka buku tamu di Kejari Magetan, tertulis salah satu dari delapan anggota tim KPK itu bernama Fitroh.

Dalam buku tamu Kejari tertulis keperluan menemui Kajari Magetan Siswanto untuk konsultasi.

Kajari Magetan Siswanto yang dicegat seusai mengantar rombongan anggota tim KPK, mengaku hanya silaturahmi karena lama tidak ketemu.

Maklum, Kajari ini pernah mengabdi sebagai penyidik KPK 9,5 tahun.

"Mereka mengakunya hanya mampir menjenguk saya saja. Memang lama tidak ketemu setelah saya kembali ke Adiyaksa, saya satu tim dengan mereka (KPK) cukup lama di penyidikan KPK,"kata Kajari Siswanto kepada Surya Online, Senin (31/10).

Apakah kedatangan mereka di Magetan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus dugaan sejumlah korupsi dan pungutan liar (Pungli) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan? Siswanto enggan mengakui.

"Belum ya. Bener mereka hanya kangen saya dan kebetulan lewat, mau ke Kota Madiun kemudian tahu ada kendaraan saya di depan kantor, mampir lah mereka. Kan satu jalur kalau mau ke Madiun,"ujar Kajari Siswanto yang baru menjabat di Magetan sekitar 10 hari ini.

Sementara keterangan yang dihimpun Surya menyebutkan, kasus korupsi, jual beli jabatan dan Pungli yang melibatkan sejumlah pejabat di Magetan mendapat perhatian dari Ketua KPK Agus Raharjo, yang memang asli warga Kabupaten Magetan ini.

Kasus yang paling mendapat perhatian masalah Pungli di instansi perizinan, yang Punglinya mencapai puluhan juta, bahkan ratusan juta dan masuk program Sapu Bersih (Saber) Pungli yang digagas Presiden Jokowi sejak sebulan terakhir.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved