Breaking News:

Berita Kampus Surabaya

Unmuh Surabaya Evaluasi Program Studi Sepi Peminat, Tambah Prodi Kesehatan

Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sukadiono, mengakui ada sejumlah program studi yang sepi peminat.

neneng uswatun hasanah
ARSIP - Agus, mahasiswa Fakultas Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surabaya, memeragakan cara kerja alat pendeteksi banjir buatannya, Rabu (1/6/2016). 

SURYA.co.id I SURABAYA - Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sukadiono, mengakui ada sejumlah program studi yang sepi peminat.

Namun, sarana prasarana dan dosen masih memadai untuk satu kelas di tiap prodinya. Prodi yang sepi antara lain bidang keagamaan. Seperti Tarbiyah  dan Syariah yang hanya memiliki 35 mahasiswa tiap angkatan.

"Tahun ini kami mengajukan pembukaan dua prodi baru, sudah disetujui kopertis. Ada 2 prodi eksak yaitu S1 Fisioterapi dan S2 Admimistrasi Rumah Sakit. Ini sekaligus upaya kami memperkaya jurusan rumpun kesehatan. Kami sudah punya Fakultas Kedokteran, Ilmu Kesehatan, Keperawatan," jelas Suko, sapaannya.

Seperti diketahui, pada 2017, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) akan kembali melakukan moratorium program studi (Prodi).

Di ranah perguruan tinggi swasta (PTS) di Jatim, Koordinator PTS (Kopertis) wilayah 7 juga sedang mengkaji hal ini dalam merekomendasikan prodi baru yang diajukan PTS.

Kepala Kopertis 7 Suprapto menjelaskan moratorium prodi kali ini dilakukan pada prodi yang tidak layak kecuali eksak.

Dikatakannya, Kemenristek akan resmi memberlakukan hal ini mulai Januari 2017. Mulai Oktober, pihaknya telah mengajukan prodi baru agar lebih mengarah pada jurusan eksak.

“Tahun depan moratorium prodi baru kecuali eksak, prodi sosial bisa stop dulu,” terangnya pada SURYA.co.id, Minggu (30/10/2016).

Pemetaan program studi sesuai kebutuhn agar dapat dikatakan layak dan layak, menurutnya masih menunggu petunjuk teknis. 

“Sebentar lagi kriterianya akan keluar, bukan hanya jumlah peminat juruaan tetapi juga sarana dan prasarana,” jelasnya.

Jika prodi tidak layak, seperti jumlah mahasiswa yang tidak banyak., maka prodi dapat ditutup atau digabung dengan prodi yang sama di PT lain.

Saat ini  Kopertis 7 mengawasi 331 PT dengan 1.783 prodi yang akan dipetakan.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved